Konten Media Partner

Stasiun Yogyakarta Direnovasi, Ada Penyesuaian Akses Penumpang

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Keberangkatan KA jarak jauh di Stasiun Yogyakarta. Foto: M Wulan
zoom-in-whitePerbesar
Keberangkatan KA jarak jauh di Stasiun Yogyakarta. Foto: M Wulan

Berbagai penyesuaian dilakukan oleh PT KAI Daop 6 Yogyakarta pasalnya akan dilakukan renovasi di Stasiun Yogyakarta pada Februari 2024 yang dikhawatirkan bakal menganggu kenyamanan para penumpang Kereta Api (KA).

Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Krisbiyantoro mengatakan penyesuaian itu dilakukan pada alur atau flow penumpang KA di Stasiun Yogyakarta khususnya di pintu masuk timur.

Penyesuaian pertama, pihaknya memindahkan area boarding gate manual dan pencetakan tiket di Pintu Timur Stasiun Yogyakarta yang semula berada di tengah, digeser ke area samping memanfaatkan pintu keluar darurat.

Lalu, Face Recognition Boarding Gate di pintu timur juga ditiadakan karena keterbatasan area saat ini. Akan tetapi, untuk kemudahan proses boarding dan lainnya, Daop 6 mengimbau agar pelanggan dapat mengakses pintu selatan yang berada di Jalan Pasar Kembang.

"Penyesuaian kedua, area drop zone timur hanya dapat digunakan untuk kendaraan kecil seperti sepeda motor dan mobil kecil. Untuk dropzone kendaraan besar dapat menggunakan akses masuk pintu selatan," ujar Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Krisbiyantoro, Jumat (16/2/2024).

Krisbiyantoro menuturkan pekerjaan beautifikasi Stasiun Yogyakarta ini diperkirakan akan memakan waktu kurang lebih 5 bulan dan diperkirakan selesai pada bulan Juni 2024.

Renovasi itu dilakukan untuk menjaga nilai heritage dari Stasiun Yogyakarta. Krisbiyantoro menyebut padatnya aktivitas transportasi antar kota di Stasiun Yogyakarta akan membuat adanya desakan akan kebutuhan ruang yang dapat dikhawatirkan membuat nilai heritage stasiun menjadi tergerus.

"Untuk menghindari adanya desakan yang dapat mengakibatkan kemungkinan berkurangnya nilai heritage atau terjadinya kerusakan, diperlukan rencana revitalisasi, tidak hanya pada skala bangunan, namun juga skala kawasan. Oleh karenanya KAI memberikan ubahan pada Stasiun Yogyakarta untuk terus mempertahankan nilai historis stasiun," ucap dia.

Terkait kelancaran flow penumpang selama proses renovasi itu, Daop 6 mengaku akan selalu adaptif dengan keadaan di lapangan serta mengupayakan pelayanan yang maksimal kepada pelanggan.

"Selain memperhatikan faktor estetika, Daop 6 juga sangat memperhatikan faktor keselamatan. Daop 6 mengimbau agar pelanggan di Stasiun Yogyakarta selalu mengikuti arahan dari petugas di stasiun serta selalu perhatikan petunjuk-petunjuk arah untuk pengaturan flow pelanggan KA di stasiun," pungkasnya.

(M Wulan)