Konten Media Partner

Suasana Warga Wonosobo Salat Idul Fitri di Lereng Sumbing-Sindoro

Tugu Jogjaverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga Muhammadiyah di Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah mengikuti sholat Idul Fitri 1444 H/2023, di lapangan Garung, Jumat (21/4/2023). Foto: Raditia/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Warga Muhammadiyah di Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah mengikuti sholat Idul Fitri 1444 H/2023, di lapangan Garung, Jumat (21/4/2023). Foto: Raditia/Tugu Jogja

Allahu Akbar.... Allahu Akbar... Allahu Akbar...

La..ila ha illalahu Allahu Akbar....

Allahu Akbar Walillahilham.....

Gema takbir menggema memecah sunyi dan dingin pagi di ceruk dua gunung, Sumbing-Sindoro. Menandai berakhirnya Ramadhan dan datangnya Hari Raya Idul Fitri 1444 H/2023 M di Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Warga Muhammdiyah di sini merayakan Idul Fitri pada Jumat (21/4/2023), atau lebih awal dari kepeutusan pemerintah.

Pukul 05.53 WIB, warga menembus kabut tampak mulai berduyun-duyun menuju Lapangan Garung, yang terletak di antara Gunung Sumbing-Sindoro yang membentang memperlihatkan keindahannya. Sebagian berjalan kaki dari rumah sembari menenteng sajadah, atau tikar. Banyak pula yang datang mengendarai sepeda motor ataupun mobil, sebab banyak juga dari luar wilayah yang ikut sholat ied di sini.

Warga Muhammadiyah di Dusun Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah mengikuti sholat Idul Fitri 1444 H/2023, di lapangan Garung, Jumat (21/4/2023). Foto: Raditya/Tugu Jogja

Setelah semuanya siap maka Salat Idul Fitri pun digelar dengan penuh hikmat diikuti jamaah putra di barisan depan dan jamaah putri di bagian belakang lapangan. Usai sholat warga pun mendengarkan ceramah dari Ustad Ahmad Jamirin (54), yang menyejukkan hati, dengan pokok bahasan usai Ramadhan semua kembali ke fitri, kemudian ia menggaris bawahi perbedaan Hari Raya Idul Fitri hendaknya tidak dipersoalkan, namun justru menjadi perekat antar umat Islam saling menghormati satu sama lain.

"Masyarakat kepinginnya bersatu, tapi semua sudah kehendak Allah. Meski ada yang tanggal 21 atau hari Jumat ada yang 22 besok. Tapi harapan kita sebagai umat Muslim tetap menjaga ukhuwah Islamiyah, bukan saling mencari kesalahan dan kekurangannya, tapi kita cari kelebihannya, kebaikannya. Di sini (Wonosobo) ada Nahdliyin, Rifaiyah, ada Muhammadiyah, alhamdulillah semua saling menghormati," katanya kepada Tugu Jogja ditemui usai sholat ied.

Dari lereng pegunungan inilah, kata Jamirin yang juga imam Masjid Al Mansur, bahwa warga Muhammadiyah mengajak umat Islam untuk bersatu menjaga keutuhan ukhuwah Islamiyah. Meski ada perbedaan namun itu tidak perlu dibesar-besarkan, justru sebaliknya kesatuan persaudaraan yang diutamakan.

Menurut Ahmad Jamirin, selain dari warga sekitar banyak juga jamaah dari Kota Wonosobo, dari Purwokerto, dari Jakarta, Yogyakarta, bahkan dari Sulawesi. Mereka merasa takjub bisa sholat di Lapangan Garung yang diapit dua gunung api dengan pemandangan sangat indah, sehingga semakin merasakan kebesaran Tuhan Sang Maha Pecipta.

Warga saling bersalaman usai mengikuti sholat ied di Lapangan Garung, Desa Butuh, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jumat (21/4/2023). Foto: Raditia/Tugu Jogja

Mohamar (23), mahasiswa Jurusan Teknik Lingkungan, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta asal Kendari, Sulawesi Tenggara ini mengaku sengaja datang ke Garung berombongan bersama teman-temannya, sengaja untuk ikut sholat Idul Fitri di tempat ini.

"Kami berangkat dari Jogja jam 02.00 WIB dini hari, alhamdulillah sampai sini. Awalnya lihat-lihat di media sosial kok ada ini, viewnya bagus banget, kami ingin sholat ied di tempat yang beda,"katanya.

Hal senada disampaikan Rivaldi Yuan (22), mahasiswa Jurusan Sastra Arab UII, mengaku takjub bisa sholat ied di Garung. Sebuah pengalaman baru yang belum pernah ia peroleh sebelumnya.

Serombongan mahasiwa asal Yogyakarta berselfie ria usai sholat ied di Lapangan Garung, Wonosobo, Jumat (21/4/2023). Foto: Raditia/Tugu Jogja

"Ini luar biasa sekali karena di antara dua gunung, kebetulan di bascamp Gunung Sumbing, viewnya kalau pagi bagus banget kelihatan dua-duanya. Saya takjub bisa sholat di sini, kiblatnya juga pas di depannya pemandangan Gunung Sindoro, jadi bagus banget,"katanya.

Dari dusun di pegunungan ini ada pesan moral untuk Indonesia untuk tetap bersatu menghilangkan sekat batas perbedaan, tak perlu saling berdebat saling menyahkan, sebab perbedaan adalah rahmat. (Raditia)