kumparan
search-gray
News2 Agustus 2020 17:48

Sungai Oya yang Kering Jadi Objek Wisata Dadakan

Konten Redaksi Tugu Jogja
Sungai Oya yang Kering Jadi Objek Wisata Dadakan (1218734)
Suasana Sungai Oya yang menjadi objek wisata dadakan. Foto: Erfanto/Tugu Jogja.
Kekeringan yang mulai melanda wilayah Gunungkidul ternyata menjadikan aliran sungai Oya mulai menyusut. Debit air aliran sungai terpanjang di DIY berkurang cukup drastis. Di beberapa titik, aliran air tinggal di bagian tengah alias bagian terdalam dari kawasan ini.
ADVERTISEMENT
Kondisi ini justru dimanfaatkan oleh sebagian warga Gunungkidul sebagai lokasi wisata dadakan. Aliran air sepanjang penangkaran Rusa dan Elang milik BKSDA hingga rest area Bunder kini banyak dimanfaatkan warga untuk berwisata. Sebagian dari mereka membawa anak-anaknya untuk berenang di aliran air sungai yang jernih tersebut.
Hamparan batu putih dari kontur dasar sungai dimanfaatkan warga untuk bersantai. Sebagian mereka membawa bekal dari rumah yang kemudian dimasak di lokasi. Bersantap bekal yang dibawa dari rumah sembari memperhatikan anak-anak mereka bermain air menjadi pemandangan yang banyak dijumpai.
Sungai Oya yang Kering Jadi Objek Wisata Dadakan (1218735)
Informasi selengkapnya klik di sini.
Di bawah jembatan Bunder, ada warga yang menawarkan jasa naik perahu karet untuk wisatawan yang datang. Cukup membayar Rp.10.000 wisatawan tersebut bisa menikmati aliran air sungai Oya. Dan hal membuat sungai Oya serasa hidup setelah sempat sepi akibat pandemi COVID-19.
ADVERTISEMENT
Tak hanya warga sekitar sungai tersebut yang berdatangan, banyak warga yang tinggalnya cukup jauh sengaja datang membawa keluarga. Bahkan banyak mahasiswa yang mempersiapkan diri untuk menginap dengan mendirikan tenda. Mereka juga mempersiapkan pesta bebakaran daging kurban dari rumah.
Anton warga Wonosari mengatakan ia bersama keluarganya sengaja datang setelah melihat postingan rekannya di media sosial. Anak-anaknya sangat suka setelah sampai di sungai tersebut. Ia juga merasa nyaman duduk di pinggir sungai sembari menikmati suasana sunyi meskipun sesekali ada sayup-sayup musik yang dimainkan oleh para mahasiswa.
"Saya rasa ini lebih aman. Karena tidak banyak warga luar daerah," tuturnya, Minggu (2/7/2020).
Demikian juga dengan Ria, warga Bleberan yang sudah janjian dengan rekan-rekannya untuk lotisan (menikmati buah dengan cocolan sambal). Menurutnya wisata kali ini sangat cocok untuk melepas penat sembari momong anak.
ADVERTISEMENT
"Alhamdulillah, bisa menikmati suasana alam dengan murah meriah," ujarnya.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white