Konten Media Partner

Tak Hanya Gudeg, Yogyakarta Punya Sate Klatak dan Wedang Uwuh

Tugu Jogjaverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menu sate klatak dari Novotel Hotels & Resort Yogyakarta. Foto: Birgita
zoom-in-whitePerbesar
Menu sate klatak dari Novotel Hotels & Resort Yogyakarta. Foto: Birgita

Membahas kuliner yang ada di Indonesia bahkan Yogyakarta tak ada habisnya. Kuliner tradisional Yogyakarta kini mulai dilirik oleh berbagai restoran salah satunya yang ada di hotel. Meski terbilang tradisional, namun kuliner ini punya penggemarnya tersendiri. Jika menyusuri Yogyakarta, orang akan menjumpai bahwa provinsi ini tak hanya sekedar Gudeg melainkan juga ada sate klathak, wedang uwuh, dan kuliner lainnya.

Tentunya memburu berbagai kuliner khas yang ada di Yogyakarta menjadi pengalaman menyenangkan tersendiri. Stan Pajdzinski, General Manager Novotel Yogyakarta, mengakui bahwa Indonesia terutama Yogyakarta punya banyak kekayaan dan tentu saja kuliner yang menarik. Salah satunya yang sangat diminatinya ialah sate klatak dan wedang uwuh.

"Saya suka (sate klatak dan wedang uwuh). Rasanya sangat khas, berbeda dengan wilayah lainnya. Saya sangat menikmati nya. Dan chef saya sering pusing karena saya memesan terus menerus," pungkas Stan saat dijumpai di Garden Extension Novotel Yogyakarta di sela peluncuran Accor Culinary Journey 2020, Kamis (30/1/2020) malam.

2 chef dari Novotel Hotels & Resort melakukan live cooking. Foto: Birgita

Sate klatak dan wedang uwuh punya ciri khas yang unik salah satunya dari segi penyajian. Sate klathak sendiri merupakan sajian daging kambing muda yang dimasak dengan cara khas yakni dengan tusukan besi. Tentunya ini berbeda dengan sate lainnya mulai dari segi ukuran, sate klatak biasanya berupa potongan daging yang lebih besar dan tentunya butuh kematangan sempurna.

Salah satu chef yang memasak hidangan ini, Roni, mengatakan penggunaan besi bertujuan agar kematangan lebih sempurna.

"Masak secara tradisional dengan besi untuk mempercepat proses pematangan sate dan matang merata," ungkapnya.

Berbeda dengan sate lainnya juga yang biasanya disajikan dengan bumbu kacang, sate klathak hadir dengan bumbu kuah gulai. Tentunya sajian ini membawa pilihan yang berbeda bagi penikmat sate.

Selain sate klathak, salah satu kuliner yang legendaris adalah wedang uwuh. Wedang uwuh berasal dari bahasa Jawa yang jika diartikan secara literal, 'wedang' berarti minuman dan 'uwuh' berarti sampah. Tentunya tidak akan salah dibaca. Memang minuman ini terdiri dari dedaunan kering dan campuran rempah. Jika dilihat, bentuknya memang menyerupai sampah.

Minuman secang yang dituang ke dalam gelas kaca. Foto: Birgita.

Minuman ini terdiri dari secang, kayu manis, cengkeh, daun pala, juga sedikit jahe. Rasa yang dihasilkan begitu khas yakni manis dan pedas di saat yang bersamaan. Meskipun dari segi penampilan tampak tak meyakinkan, justru minuman ini punya segudang manfaat diantaranya melegakan tenggorokan, menyegarkan tubuh, dan sebagai minuman penghangat selain wedang jahe.

Kedua kuliner itu menjadi pertimbangan bagi Stan dan masuk ke dalam rekomendasi culinary journey. Ia berpendapat bahwa sebagian orang Indonesia masih belum mengetahui ada banyak kuliner karena terbatas pada menu itu-itu saja, dalam artian menu yang lebih populer.

Penampilan minuman secang. Foto: Birgita

"Yang membuat saya heran, cukup banyak orang Indonesia yang belum menyadari kuliner Indonesia karena mereka paling kenal hanya soto ayam, nasi goreng. Padahal faktanya kalau mereka tertarik menggali kuliner Indonesia, ada begitu banyak sajian yang berbeda mulai dari berbahan dasar ikan, daging, banyak macam sayuran dan seperti yang sudah saya katakan ada banyak sekali bumbu dan tentunya cara memasaknya berbeda-beda," ungkap pria yang sudah menetap selama 7 tahun di Indonesia itu.

Melalui kampanye tersebut, Stan berharap tak hanya masyarakat Indonesia tapi juga masyarakat dari negara lain yang berkunjung bisa mengetahui bahwa kekayaan kuliner itu patut menjadi kebanggan tersendiri.

"Mereka terbatas pada pilihan sajian kuliner Indonesia. Jika mereka lebih mengeksplorasi kuliner seperti yang kami lakukan saat ini untuk membuka banyak pengetahuan. Dan terbukti, ada begitu banyak sajian (kuliner Indonesia)," ujarnya.