Tanah Bergerak di Gunungkidul, Batu Besar Ancam Rumah Warga
ยทwaktu baca 2 menit

Batu besar yang diperkirakan mencapai 40 meter kubik yang berada di atas bukit di Padukuhan Jurug, Kalurahan Giricahyo, Kapanewon Purwosari, Gunungkidul dikhawatirkan longsor. Padahal di bawahnya ada sebuah rumah dan jalan yang sewaktu-waktu bisa tertimpa reruntuhan longsoran.
Dukuh Jurug Irman Sutrisno menuturkan di atas bukit setinggi 15 meter tersebut masih ada sebuah batu yang juga sewaktu-waktu longsor. Pasalnya tanah di sekeliling batu yang berukuran kurang lebih 40 meter kubik sudah bergerak. Jika hujan terus mengguyur di wilayah tersebut, dikhawatirkan longsor akan benar-benar terjadi.
"Ada rekahan tanah cukup panjang di bawah batu tersebut," tutur Irman, Selasa (16/11/2021).
Kekhawatiran tersebut muncul karena beberapa hari sebelumnya sudah ada batu besar yang posisinya berdekatan longsor menutupi badan jalan.
Bahkan untuk mengevakuasi batu besar yang longsor saat hujan lebat pada Kamis (11/11/2021) tersebut, petugas sampai harus menggunakan alat berat. Pasalnya ukuran batu yang cukup besar menyulitkan warga untuk mengevakuasi secara manual.
Kini warga khawatir peristiwa serupa juga masih mengancam kawasan tersebut. Sebab sudah ada tanah bergerak di atas bukit di wilayah tersebut. Dan kondisi batu yang kedua ini rawan longsor.
"Karena tanahnya sudah retak menjadi dua bagian," paparnya.
Batu raksasa itu yang berada di bukit dengan ketinggian kurang lebih 15 meter dari jalan tersebut dikhawatirkan longsor menyusul batu pertama yang telag menggelinding. Batu pertama tersebut longsor menutup akses jalan di wilayah Padukuhan tersebut.
Warga sebenarnya sudah lama khawatir jika batu besar itu longsor karena tanda-tandanya sudah muncul sejak dulu. Bahkan pihaknya mengaku sudah melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul.
Pihak BPBD sendiri sudah merespon laporan warga dengan melakukan pengecekan kondisi batu. Bahkan di bawah batu tersebut sudah dipasangi alarm early warning system (EWS). Namun warga sendiri tidak mengetahui apakah EWS tersebut masih berfungsi atau tidak.
"Justru batu ini yang kami khawatirkan karena kondisinya yang sangat rawan tetapi yang longsor kemarin malah beda lokasi," katanya.
BPBD itu sendiri sudah melakukan pemasangan EWS sejak dua tahun yang lalu. Di mana saat itu ada tanda-tanda akan adanya longsor tersebut sudah muncul saat musim penghujan tiba. Dan warga berharap agar pihak terkait untuk bisa mengecek alat tersebut. Sehingga ketika ada bahaya bisa mengantisipasi sejak dini.
Setidaknya ada satu rumah warga yang lokasinya berada di bawah bukit tersebut. Sehingga dikhawatirkan nanti jika terjadi longsor maka akan mengancam rumah tersebut. Oleh karenanya warga meminta agar ada langkah kongkrit untuk mencegah longsor susulan.
