Tanggapan Warga Jateng soal Beli BBM Subsidi Wajib Pakai MyPertamina
·waktu baca 3 menit

Kebijakan pembelian BBM bersubsidi dengan syarat memiliki akun MyPertamina menuai pro dan kontra. Banyak yang mempertanyakan kebijakan tersebut. Pertamina beralasan, kebijakan itu diterapkan agar subsidi bisa diberikan tepat sasaran.
Ika Fitri (42) warga Magelang mengaku ragu-ragu hendak mendaftar aplikasi tersebut karena berkaitan dengan data pribadi khawatir jika terbobol hacker hingga berdampak lain.
"Data pribadi sih ya, jadi takut kalau kebobolan, pernah ada tau data pribadi digunakan hacker untuk membobol rekening bank kita gitu. Takutnya gitu sih apa sistem keamanannya dijamin oleh Pertamina. Maksudnya sih bagus ya, cuma itu jaminan keamanannya, ini dunia cyber lho,"katanya.
Bagus Irianto (41) warga Kota Temanggung berpendapat lain, meski dia mengemukakan itu sah-sah saja kewenangan dari Pertamina sebagai penjual BBM. Tapi saat ini tidak semua warga memaki ponsel pintar, dan mempunyai email. Jadi kebijakan ini justru nanti tidak akan tepat sasaran.
"Taruhlah contoh orang-orang tua, yang gaptek, atau nggak punya android, atau di pedesaan yang tidak ada sinyal internet. Mereka nggak bakal bisa mengakses syarat tersebut, padahal secara ekonomi mereka tergolong bukan orang kaya, karena mungkin yang mampu beli ponsel pintar ya yang berduit saja. Kalau begini kan nanti malah tidak tepat sasaran to," katanya.
Adapun PT Pertamina Patra Niaga membuka pendaftaran kendaraan dan identitasnya di Website MyPertamina per 1 Juli 2022. Dari pendaftaran, pengguna akan mendapatkan QR Code yang dapat digunakan untuk pembelian BBM Subsidi di SPBU Pertamina.
Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution mengatakan inisiatif ini dimaksudkan dalam rangka melakukan pencatatan awal untuk memperoleh data yang valid dalam rangka penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran.
“Data pengguna yang terdaftar dan telah mendapatkan QR Code ini adalah bagian dari pencatatan penyaluran Pertalite dan Solar agar bisa lebih tepat sasaran, bisa dilihat trennya, siapa penggunanya. Kami pun tidak mewajibkan memakai aplikasinya, hanya perlu daftar melalui website yang dibuka pada 1 Juli nanti,” kata Alfian.
Untuk memastikan implementasinya dapat dilakukan dengan lancar, Alfian menjelaskan tahapan-tahapan pendaftaran pun tidaklah susah. Masyarakat dapat mengakses website dan siapkan dokumen yang dibutuhkan antara lain KTP, STNK kendaraan, foto kendaraan, alamat email, dan dokumen lain sebagai pendukung. Jika seluruh syarat telah dipenuhi, masyarakat untuk melakukan konfirmasi ‘daftar sekarang’.
“Data yang sudah didaftarkan akan diverifikasi atau dicocokkan dengan kesesuaian persyaratan. Jika semua terpenuhi maksimal 7 hari kerja, maka pengguna tersebut akan dinyatakan terdaftar dan menerima QR Code melalui email, atau melalui notifikasi di website,” jelas Alfian.
Jika menerima notifikasi adanya kekurangan atau ketidakcocokan dokumen, masyarakat bisa mencoba kembali melakukan pengisian data kendaraan dan identitasnya sesuai rekomendasi kekurangan yang ada.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, tahapannya sangat mudah, yang penting memastikan sudah daftar dan memastikan datanya sudah terkonfirmasi. Jika sudah menerima QR Code, maka transaksi akan berjalan seperti biasa,” imbuhnya.
Rencana lokasi awal akan di lakukan di beberapa kota dan kabupaten antara lain adalah Kota Padang Panjang, Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Bandung, Kota Sukabumi, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kota Banjarmasin, Kota Yogyakarta, dan Manado.
(ari)
Tonton video menarik dari Tugu Jogja berikut ini:
