Konten Media Partner

Tim SAR Pakai Drone untuk Cari Kakak Beradik yang Hilang di Pantai Glagah

Tugu Jogjaverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas melakukan pencarian kakak beradik yang hilang terseret ombak di Pantai Glagah. Foto: istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Petugas melakukan pencarian kakak beradik yang hilang terseret ombak di Pantai Glagah. Foto: istimewa

Memasuki hari ke 3 pencarian kakak beradik yang tenggelam di Pantai Glagah, Tim SAR Gabungan akan menerjunkan 5 regu masing-masing 3 regu di darat dan 2 di laut. 50 personil diterjunkan dalam pencarian ini.

Humas Basarnas DIY, Pipit Eryanto menuturkan 5 regu yang diturunkan dalam pencarian ini. 3 regu yang bertugas di darat akan menyisir ke barat dan ke timur dari TKP. Grup 1 melakukan penyisiran dari muara sisi timur ke arah timur sampai ke suar dengan jarak 3 km

Kemudian regu kedua melakukan Penyisiran dari Suar ke arah timur pantai bidara dengan jarak 1 km dan grup ketiga akan melaksanakan penyisiran di sekitar pemecah ombak sisi barat sampai LKP.

kumparan post embed

Dua regu di laut akan melakukan penyisiran menggunakan perahu Jukung Sar linmas glagah dari muara ke arah timur sampai Pantai bidara. Kemudian regu kedua akan melaksanakan pemantauan via udara di sekitar muara kearah Timur sampai ke Pantai bidara

"Regu kedua di laut ini menggunakan drone," ujar dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, kakak beradik asal Gedongkuning Kotagede Yogyakarta dikabarkan hilang di Pantai Glagah Kapanewon Temon Kulonprogo. Keduanya hilang usai dihantam gelombang saat bermain di Barat Pemecah Ombak pantai Glagah.

korban adalah Ivander Tristan Zahwan (9) dan kakaknya Oktafiansyah Rahmadan Zahwa (18) warga jalan Gedongkuning no 58 Kotagede Yogyakarta. Keduanya berwisata bersama dengan kedua orangtuanya, Dedi Dwi Purwanto (41) dan Herlina Indah Dwi Astuti (41)

"Mereka berwisata di Pantai Glagah," terang dia

Sekitar pukul 12.48 WIB, Ivander (9) terlihat sedang duduk di pinggir pantai di barat pemecah ombak. Tiba-tiba ombak besar datang sehingga terseret sampai di bibir pantai.

Melihat adiknya terseret ombak, Oktafiansyah (18) yang berada di dekatnya menolong sang adik. Saat itu sang adik sudah dalam genggaman namun kedua korban terseret arus ke selatan terkena ombak besar sehingga masuk ke palung laut.

Kedua korban kemudian terlihat terpisah dan hilang. Anggota sarlinmas langsung berusaha memburu kedua wisatawan tersebut untuk menolongnya. Mereka masuk ke dalam air ke arah selatan namun korban sudah hilang.