Tingkatkan Kepatuhan Pajak, DJP Bina UMKM

Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bantul terus berusaha mendorong kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas. Berbagai program dilaksanakan oleh DJP untuk meningkatkan kualitas dan kinerja UMKM. Sebab, UMKM menjadi salah satu penopang perekonomian bangsa ini selama ini.
Kepala Bidang Pendaftaran Ekstensifikasi dan Penilaian Kantor Wilayah DJP DIY, Agung Prabowo mengatakan, DJP di bawah Kementrian Keuangan kini tidak sekedar berbicara tentang pajak semata. Tetapi saat ini DJP juga memilik tugas untuk melakukan pembinaan terhadap UMKM yang ada di seluruh DIY.
"DJP tidak sekedar berbicara tentang bisnis UMKM, tetapi DJP memiliki konsen terhadap pengembangan,"ujar Agung saat Seminar Bisnis Now di Canvinton Hotel Yogyakarta, Rabu (11/7).
Agung menyebutkan, tahun 1998 yaitu ketika krisis ekonomi melanda Bangsa Indonesia, banyak usaha yang hancur. Dan yang bertahan lebih banyak justru berasal dari kalangan UMKM, bahkan kini sudah menjadi penyokong perekonomian bangsa ini. Oleh karena itu, pihaknya berupaya untuk meningkatkan kapasitas UMKM dengan menyokong dari berbagai sisi mulai dari ilmu hingga berbagai kemudahan.
Belum lama ini, presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menurunkan pajak untuk UMKM yang sebelumnya 1 % menjadi 0,5%. Penurunan pajak untuk UMKM tersebut memang bertujuan untuk mendorong supaya UMKM tumbuh lebih cepat lagi. Akselerasi percepatan dengan stimulan penurunan pajak ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan pajak dari kalangan UMKM.
"Membayar pajak itu untuk membiaya negara atau sering kita sebut namanya gotong royong. yang besar membantu yang kecil. Kalau yang kecil belum membayar pajak didorong agar lebih berkualitas dengan berbagai pelatihan,"tambahnya.
Saat ini pihak DJP memang memiliki program Bisnis Development System (BDS) untuk mendorong UMKM berkembang lebih maju lagi. Berbagai pelatihan dilaksanakan DJP agar UMKM ini mampu tumbuh sesuai yang diharpakan dan mampu bersaing dengan yang lain. Pelatihan yang dilakukan juga sesuai dengan kebutuhan UMKM untuk berkembang.
Pelatihan tersebut di antaranya seperti pembukuan sederhana untuk UMKM. Pelatihan pembukuan ini sangat penting karena ia mengakui banyak UMKM yang akhirnya gulung tikar karena manajemen keuangan yang campur aduk antara keuangan pribadi dengan keuangan usaha. Padahal, keuangan merupakan sesuatu yang penting untuk keberlangsungan usaha.
"Pelatihan lain seperti juga packing produk, fotografi produk dan marketing online,"ujarnya. (erl)
