Tips Bedakan Durian Masak Pohon dan Peram

Yogyakarta memang bukan daerah yang terkenal dengan buah duriannya. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan ada penggemar durian dari Yogyakarta. Salah satu daerah yang terkenal dengan buah durian adalah Medan. Bagi para penggemar durian, mungkin selalu menantikan kenikmatan dari durian medan.
Namun, tidak semua durian yang dijual di Yogyakarta adalah durian yang benar-benar masak di pohon. Beberapa diantaranya sudah di petik sebelum matang dan diperam untuk proses pematangannya.
“Kalau soal rasa, lebih mantap yang masak pohon. Karena dia alami, ndak diperam,” ujar Lazoorta Ginting, Pengusaha Durian asal Medan, saat ditemui di sela acara Bazaar Durian Medan di Sleman City Hall, Minggu (20/10/2019).
Ia menjelaskan, ada 2 hal yang bisa dilihat untuk membedakan durian masak pohon dengan durian peram. Yang pertama adalah aroma. Durian masak pohon memiliki aroma yang lebih kuat dari pada durian peram. Pasalnya, proses pematangan durian alami dari pohon.
Yang kedua adalah rasa. Ia mengatakan rasa dari durian masak pohon jauh lebih pekat dari pada durian peram. Selain itu, after taste yang ditimbulkan dari durian masak pohon tinggal lebih lama di mulut dan agak susah untuk dihilangkan.
“Kalau dari warna itu nggak ada. Sama saja, tapi rasanya sama baunya (aromanya) yang beda,” katanya.
Lebih lanjut, kadar alkohol pada durian masak pohon jauh lebih tinggi dari pada durian peram. Ia pun berbagi tips untuk masyarakat yang ingin makan durian namun tidak tahan dengan kandungan alkoholnya.
“Kalau gitu, ya pilih durian yang manis. Yang alkoholnya dia nggak gitu tinggi,” katanya.
