Konten Media Partner

Pernyataan Sultan Hamengkubuwono X soal Tol Yogyakarta-Bawen

Tugu Jogjaverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

 Pernyataan Sultan Hamengkubuwono X soal Tol Yogyakarta-Bawen
zoom-in-whitePerbesar

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menanggapi soal pernyataan penolakan DPRD Jawa Tengah terkait tol Bawen-Yogyakarta. Menurutnya, untuk Yogyakarta sudah final, termasuk Rancangan Tata Ruang Wilayah (RT/RW).

Dengan demikian, tidak ada lagi perubahan RT/RW sesudah perubahan RT/RW tahun 2010 yang lalu. Soal penolakan DPRD Jawa Tengah, Sultan menyerahkan sepenuhnya dengan Jawa Tengah.

“Pokoknya pembicaraan kita hanya Jogja-Solo, Bawen-Jogja,” tegas Sultan, Jumat (19/10)

Kata Sultan, pembicaraan awal soal tol Bawen-Yogyakarta adalah mulai dari Borobudur bukan dari Bawen. Sebab, pada dasarnya Yogyakarta-Bawen tersebut tidak bisa dibangun secara langsung. Di mana ketika dibangun secara langsung akan terkendala dengan adanya Gunung Merapi di Sleman.

Selain itu, ancaman aliran lava dari Gunung Merapi akan menjadi kendala ketika tol dibangun secara langsung menghubungkan Yogyakarta-Bawen. Itu terlihat pada jalan yang saat ini menghubungkan kedua wilayah tersebut yang terkena lava atau aliran lahan dingin dari Gunung Merapi ketika terjadi erupsi, seperti erupsi tahun 2010 lalu.

“Wong jalan yang sekarang saja sudah terkena lava, apalagi Tol nanti kalau dibangun secara langsung,” tuturnya.

Sebelumnya, jalan Tol Yogya-Bawen tersebut akan dibangun di sebelah timur kali Krasak. Artinya ketika dibangun di sebelah timur Kali Krasak maka semakin dengan Srumbung atau semakin dekat dengan aliran lava ketika erupsi. Sehingga tol tersebut dipindahkan untuk menghindari ancaman lava.

Tadinya menurut Sultan, Bawen-Yogya tersebut dibangun langsung. Namun akhirnya dipindahkan dengan mengubah rute mulai dari kota Secang-Borobudur, Borobudur-Yogya baru Yogya-Solo. Jalan tol tersebut nantinya akan dibangun secara elevated (melayang), termasuk yang masuk ke Yogyakarta. Karena melewati Selokan Mataram, maka tol Yogya-Bawen tersebut akan dibangun secara elevated. (erl)