Tren Penjualan Busana Muslim di Pasar Beringharjo Jogja Alami Peningkatan
ยทwaktu baca 2 menit

Bulan Suci Ramadhan selalu membawa euforianya tersendiri. Salah satunya terlihat pada sejumlah toko busana di Pasar Beringharjo Jogja yang mulai ramai dikunjungi oleh para pembeli pakaian lebaran.
Ketua Paguyuban Persatuan Pedagang Pasar Beringharjo Centre (PPBC), Boni Erianto (44) mengatakan peningkatan yang positif itu mulai terlihat saat memasuki pertengahan Ramadhan 2023.
Ia menyebut semangat memilih fesyen lebaran di tahun 2023 ini didasari sudah dicabutnya aturan PPKM oleh Pemerintah, selain itu juga dikarenakan tunjangan hari raya (THR) yang telah cair, sehingga masyarakat mulai mencari pakaian baru untuk dipakai saat hari raya lebaran nantinya.
"Kalau untuk sekarang itu sudah meningkat, lumayan meningkat baik omzet atau segala macam sudah ada pergerakan lah. Mungkin dari hari biasa sudah ada peningkatan sebanyak 40% sampai 50%," kata Ketua Paguyuban Persatuan Pedagang Pasar Beringharjo Centre (PPBC) yang juga pemilik toko Pesona Jaya, Boni Erianto, Senin (10/4/2023).
Boni mengatakan saat ini bisa menjual 3 hingga 4 kodi atau sebanyak 60-80 potong busana muslim dalam sehari. Sementara model terhadap baju lebaran yang paling banyak dicari di antaranya ada gamis, baju kokoh hingga dress brukat muslim untuk seragaman outfit dengan keluarga.
"Kalau untuk momen lebaran banyak yang cari gamis, konsern nya ke (pakaian) muslim. Kalau di saya juga bisa seragam, kayak seragam brukat brukat untuk pakaian lebaran," ujarnya.
Meskipun permintaan meningkat, Boni mengaku tidak menjadikan momen Ramadhan itu sebagai peluang untuk mengambil keuntungan yang banyak dengan menaikkan harga.
Menurutnya, jika harga sesuai dengan produk yang ditawarkan, konsumen akan kembali berbelanja ditempatnya di kemudian hari.
"Kalau harga kita akan menjaga konsumen karena kalau pasar tradisional itu yang diangkat adalah pelanggan jadi bukan berarti karena momen lebaran, kita naikan harganya, tidak. Jadi harga tetap bervariasi tergantung dengan kualitas maupun model barangnya," paparnya.
Hal senada juga diungkap oleh karyawan di Toko Syabil, Anisa Nurina Sari (35). Sejak pagi tadi, banyak para pengunjung yang mencari baju lebaran ditempatnya.
"Alhamdulillah dari pagi ramai, peningkatan nya kira-kira 80 persen dari hari biasanya. (Ramai) sejak kemarin pertengahan (Ramadhan)," ungkapnya.
Sementara salah satu pengunjung, Isti Rukma (25) mengaku memilih berbelanja lebih awal untuk persiapan lebaran. Ia menyebut dengan belanja lebih awal, bisa meluangkan waktu lebih banyak untuk memilih dan menentukan produk yang sesuai dengan harapan.
"Kalau belanja mepet lebaran, pasti padat pasar-pasar dan toko-tokonya. Mending belanja lebih awal bisa punya waktu lebih banyak," tandasnya.
