Konten Media Partner

Tulis Surat Wasiat, Siswa SD di Temanggung Nekat Gantung Diri

Tugu Jogjaverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas membawa jenazah HAN (12), siswa SD yang nekat mengakhiri hidupnya sendiri, setelah diautopsi di RSUD Temanggung, Senin (7/10/2019). Foro: ari.
zoom-in-whitePerbesar
Petugas membawa jenazah HAN (12), siswa SD yang nekat mengakhiri hidupnya sendiri, setelah diautopsi di RSUD Temanggung, Senin (7/10/2019). Foro: ari.

Entah apa yang ada dibenak HAN (12), siswa kelas 5 SD di Kabupaten Temanggung ini, hingga akhirnya nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Pasalnya, anak seusia dia lazimnya masih senang bermain bersama kawan-kawannya, tapi HAN telah memilih jalan lain dan ironisnya belum diketahui pasti apa penyebabnya, Senin (7/10/2019).

Bocah yang tinggal bersama bapaknya di Kelurahan Butuh, Kecamatan Temanggung ini bahkan membuat gempar warga, sebab ternyata sebelum melakukan aksinya dia telah menulis surat wasiat menggunakan pena pada secarik kertas. Pesan dalam kertas itu secara terus terang mengutarakan maksudnya untuk gantung diri.

Bunyi wasiat itu terulis dalam bahasa Jawa "Yowes nek pancen bokde ora kenal karo aku tak ngendat alias mati nang buri omah, Seko Pinjol”tulis suratnya. Artinya kurang lebih seperti ini "Ya sudah kalau memang bude tidak kenal aku lagi, aku mau gantung diri saja di belakang rumah, dariku Pinjol". Pinjol merupakan nama julukan atau alias dari HAN.

Jenazah anak Suwartono (39), ini kali pertama diketahui oleh bapaknya sendiri sekitar pukul 05.30 WIB. Posisinya menggantung tak bernyawa di kayu salah satu bagian dari bangunan belakang rumah. HAN gantung diri menggunakan seutas tali tambang.

Kasatreskrim Polres Temanggung AKP M Alfan ketika dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. Dari hasil penyelidikan diduga kuat HAN bunuh diri. Dari pemeriksaan sementara juga tidak ditemukan adanya unsur penganiayaan. Tapi pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman.

Surat wasiat yang ditulis pada secarik kertas ini dibuat oleh HAN (12), sebelum mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Senin (7/10/2019). Foto: ari.

“Korban pertama kali ditemukan oleh orangtuanya dibelakang rumah dalam keadaan telah menggantung. Setelah mengetahui ada informasi adanya kejadian itu kami langsung menerjunkan anggota bergerak menuju lokasi,”ujarnya.

Menurut Alfan, memang berdasarkan hasil pengecekan sementara yang dilakukan oleh petugas dari Puskesmas dan Dokes Polres Temanggung, pihaknya mengaku tidak menemukan adanya bekas penganiayaan pada tubuh korban. Jenazah selanjutnya diautopsi di RSUD Temanggung.

"Tapi sekali lagi kami masih terus mendalami motif dugaan bunuh diri yang dilakukan oleh anak kelas 5 SD ini. Kami sudah periksa lima saksi dari keluarganya, kami juga akan mencari informasi dari temannya termasuk profil korban itu sendiri dalam kesehariannya,"katanya.

Korban selama ini tinggal bersama ayah, paman dan ibu tirinya. Berdasar informasi sebelum kejadian nahas itu, korban sempat dimarahi oleh orangtuanya karena tidak pulang ke rumah saat malam Minggu kemarin. Tapi belum jelas yang dimaksud dengan "bokde" itu siapa.

Sutarno tetangga menuturkan, jika sosok HAN tak beda dengan kebanyakan anak-anak lain. Setiap hari kegiatannya bermain dan bergaul sebagaimana mestinya. Anaknya malah cenderung aktif dan periang di mata para tetangganya.

"Kesehariannya baik. Seperti umunya anak-anak setiap hari, dia selalu bermain, terakhir saya lihat juga biasa saja, dia ini kan tinggal bersama ayahnya. Tapi memang setelah ayahnya bercerai dengan ibunya kemudian Ayahnya menikah lagi,"katanya. (ari/adn)