Tutup 2 Bulan, Wisata Lereng Merapi 100 Persen Mati

Wabah COVID-19 memukul telak sektor pariwisata di Yogyakarta. Wisata Lereng Merapi yang jadi primadona Kabupaten Sleman terpaksa ditutup untuk memutus rantai penyebaran COVID-19. Rupanya, penutupan kawasan wisata ini membuat Kaliurang mati 100 persen.
"Sungguh ini wilayah, wajah Kaliurang, lokasi yang bener-bener terdampak. Karena bisa dikatakan ini Kaliurang mati 100 persen," ungkap Gus Makruf, sesepuh Komunitas Pagar Merapi, di sela acara penyerahan bibit tanaman beringin, Selasa (19/5/2020).
Tak sedikit warga yang menggantungkan hidup pada kawasan wisata di Lereng Merapi ini. Ditutupnya kawasan wisata membuat warga tak mendapatkan pemasukan sama sekali. Belakangan ia membaca berita bahwa pada bulan Juni 2020, sejumlah wisata di Yogyakarta seperti Candi Prambanan akan dibuka bertahap. Ia pun berharap hal sama juga dilakukan di kawasan Kaliurang ini.
"Ketika banyak di media kita membaca bahwa Juni Prambanan (dan) Borobudur akan bertahap dibuka. Tolong kami dibantu disuarakan kami warga Merapi harus dibantu suaranya jarena kami bener-bener butuh hidup butuh, makan juga. Karena berapa besar kaliurang merapi ini membantu (perekonomian) Sleman," ujarnya
Walaupun pariwisata terdampak pandemi COVID-19, warga memiliki semangat lain. Yaitu semangat untuk merawat dan menghijaukan kembali alam di Merapi. Hal ini guna menjalankan misi mulia yakni menjaga alam untuk keberlangsungan siklus air dan juga bentuk mitigasi.
Hingga saat ini banyak tanaman yang menghijaukan kawasan Merapi di antaranya alpukat, beringin, dan sengon. Hari ini, Yayasan Gandung Pardiman Centre (GPC), menyumbang 400 bibit tanaman beringin kepada Komunitas Pagar Merapi. Pohon Beringin ini dipercaya mampu meningkatkan debit air di sungai yang ada di kawasan Merapi.
Nantinya beringin tersebut akan ditanam membentuk leter M yang akan menjadi tree wall atau pohon yang membentuk tembok yang memanjang. Untuk titik penanaman direncanakan akan ada di seputaran lereng Merapi, sumber mata air.
"Jadi apa yang disampaikan dari temen-temen Pagar Merapi membuat kita sadar janaka panjang kebutuhan air tergantung dari hulu lereng Merapi, dimana menjaga, melestarikan dan melakukan penghijauan sehingga dari yayasan akan terus mensupport kegiatan yang positif tersebut," kata Syarief Guska, Ketua Yayasan GPC. (Birgita-Ayusandra)
