UAJY Ajak Generasi Muda Bangun Lingkungan Berkelanjutan Berbasis Pengetahuan
·waktu baca 3 menit

Kesadaran untuk membangun lingkungan yang berkelanjutan harus ditimbulkan sejak dini. Apalagi di tengah kondisi perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan adanya polusi yang merusak, mengharuskan kita memahami betapa pentingnya menjaga lingkungan.
Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Dr. G. Sri Nurhartanto, S.H., LL.M mengatakan melindungi bumi dan ekosistem di dalamnya menjadi tanggung jawab semua pihak, baik internal maupun eksternal termasuk UAJY.
Pihak kampus merespon tantangan perubahan iklim dan ekologi tersebut dengan meningkatkan literasi ilmiah untuk membangun ekologi integral yang berkelanjutan.
"Kami ingin menggali berbagai pemikiran terbaru dari para ahli melalui berbagai narasumber ini sesuai tema yang digelar. Nah kebetulan Universitas Atma Jaya Yogyakarta ini akan mendeklarasikan menjadi kampus Laudato Si’ tentang arti penting bagaimana melestarikan bumi kita, merawat bumi kita sedemikian rupa," kata Rektor UAJY saat dijumpai di sela-sela acara, Selasa (19/9/2023).
Nurhartanto menuturkan membangun kesadaran keberlanjutan lingkungan melalui pendidikan itu memiliki beberapa manfaat yang signifikan.
Menurutnya kampus memainkan peran penting dalam membentuk kesadaran dan pemahaman kita tentang isu-isu lingkungan termasuk dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan.
"Kampus betul-betul concern mensponsori hal itu dan itu tidak hanya melalui seminar, di dalam kurikulum-kurikulum (perkuliahan) untuk menginterpretasikan hal itu. Entah itu SDGS internasional ataupun hal-hal lain dalam bentuk aksi nyata," ujar Nurhartanto.
Literasi ilmiah ini, katanya, tidak hanya datang dari akademisi, melainkan juga praktisi baik praktisi industri maupun non industri, oleh karenanya mereka menghadirkan empat narasumber dengan latar belakang yang berbeda.
"Harapannya setidak-tidaknya khususnya warga Atma Jaya Yogyakarta betul-betul memiliki kesadaran untuk terlibat aktif dalam menjaga lingkungan," ucapnya.
Penggiat dan Peneliti Lingkungan Hidup Mama Aleta Fund, Siti Maimunah menerangkan ekologi integral bisa terwujud apabila mengedepankan aspek berkelanjutan (sustainability) karena ekologi integral itu akan terus menjadi bagian dari setiap generasi manusia.
Untuk mendukung aspek berkelanjutan itu , maka perlu menggagas banyak partisipasi aktif dari setiap bidang untuk memperhatikan posisi dan perannya dalam satu sistem ekologi yang utuh.
"Percakapan ini penting sekali apalagi memasuki tahun politik, bagaimana isu ekologi tidak hanya menjadi nomor dua nomor tiga dan seterusnya," kata Siti.
Sementara narasumber kedua yaitu, Redaktur Eksekutif Majalah Tempo, Bagja Hidayat melihat ada hambatan untuk menciptakan ekologi intergral yang berkelanjutan. Salah satunya karena adanya pembangunan ekonomi yang tidak memperhatikan dampak terhadap lingkungan.
Sehingga para pengusaha diajak melihat tantangan lingkungan sebagai peluang untuk menciptakan solusi yang kreatif dan efektif. Mereka bisa menciptakan model bisnis yang kedepan berfokus pada efisiensi sumber daya, penggunaan energi terbarukan, pengurangan emisi karbon, dan praktik berkelanjutan lainnya.
"Perjuangan kita untuk bikin bumi berkelanjutan, bikin ekologi intergral keberlanjutan selalu ada halangannya, dari apa? Dari segi ekonomi. Karena tadi, lingkungan yang diabaikan dan lebih mementingkan ekonomi," jelas dia.
Lebih lanjut, Peneliti dan Akademisi UAJY, Ir. Ign Pramana Yudha, M.Si., Ph.D mengajak berbagai pihak untuk mewujudkan masyarakat yang teredukasi serta berkesadaran dalam ruang hidup yang berkelanjutan.
Sehingga nantinya selalu ada nilai-nilai yang mendorong tindakan proaktif dalam menjaga dan melestarikan alam di tengah kompleksitas permasalahan lingkungan yang saat ini terjadi.
"Tidak bisa kita hanya berpikir pada aspek perilaku yang itu hanya aspek sosial, tapi ada aspek budaya, aspek ekonomi juga yang perlu membangun ekologi intergral itu," ujar Pranama.
Di akhir, Uskup Keuskupan Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi mengajak peserta seminar untuk merefleksikan bahwa pelestarian lingkungan merupakan tantangan mendesak yang harus diatasi.
Siapa saja harus berpartisipasi aktif dalam upaya konservasi, mendukung inisiatif hijau, dan mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan untuk memastikan masa depan Indonesia yang berkelanjutan.
"Kalau kita merusak alam sama dengan merusak diri kita sendiri, ini refleksi yang baik untuk kita dalami," pungkasnya.
