UAJY Berkomitmen Kembangkan Kemajuan Pendidikan Lewat Pemanfaatan Erasmus Plus
·waktu baca 3 menit

Sudah bukan lagi rahasia negara Eropa terkenal menjadi kiblat negara maju yang unggul salah satunya di bidang pendidikan terlihat dari sejumlah universitas mentereng yang kerap jadi jujukan menempuh ilmu. Sehingga tak mengherankan kolaborasi hingga upaya untuk berguru pada kualitas pendidikan berkiblat pada Eropa dilakukan sejumlah universitas di Indonesia, tak terkecuali oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY).
Dalam hal ini, pihak UAJY terlibat dalam keikutsertaan melalui dua dosen Departemen Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Yoseph Bambang Wiratmojo, dan Desideria Cempaka W. Keduanya didapuk sebagai penerima Erasmus Staff Exchange dari Institute of Media and Communication Ilmenau, Jerman.
Erasmus plus sendiri merupakan suatu program yang diadakan oleh Uni Eropa untuk mendukung kemajuan pendidikan, pelatihan, kepemudaan, dan olahraga di Eropa. Keikutsertaan itu adalah perwujudan kerja sama antara FISIP UAJY dengan Institute of Media and Communication Ilmenau yang telah berjalan selama kurang lebih 20 tahun.
Tak cuma staff exchange yang diperuntukkan bagi dosen. Mahasiswa juga mendapat kesempatan mengikuti program student exchange dan program double degree.
Bambang, salah satu dosen yang ikut serta dalam program Erasmus+ mengaku ini adalah pengalaman yang berkesan. Dalam program itu, ia dapat mengikuti kegiatan workshop Consortium Research dari Ilmenau. Bahkan ada banyak peneliti dari berbagai negara seperti Amerika, Inggris, dan Swedia yang ikut workshop tentang Digital Public Spheres sepanjang Covid-19.
“Saya berharap agar ke depannya bisa mengikuti program post-doctoral di mana peneliti-peneliti antar negara bekerja sama agar bisa mendapatkan pendanaan bersama untuk melakukan penelitian hingga sukses dipublikasikan. Tidak hanya itu saja, di lingkup masing-masing fakultas di UAJY tetap menjaga relasi internasional sehingga reputasi UAJY dapat semakin dikenal luas,” ujar Bambang dalam keterangan yang diterima pada Selasa (15/11/2022).
Selain Bambang, Desideria Cempaka W. yang juga menjadi penerima Erasmus Staff Exchange menceritakan pengalaman berkesannya selama mengikuti program tersebut. Desi menceritakan bahwa saat mengikuti program, ia diminta untuk mengajar mahasiswa S1 dan S2 sesuai dengan kualifikasi dari aspek expertise yang dibutuhkan.
Dari proses tersebut, dia mengaku senang karena mahasiswa yang terlibat bisa berperan aktif. Melalui pengalamannya, Desi menjadikan hal tersebut sebagai pembelajaran untuk melibatkan mahasiswa UAJY lebih aktif dan berani memberikan pendapat.
Selain berkesan, pengalaman staff exchange yang dirasakan Desi juga membuat dirinya lebih kaya dalam pengetahuan akan proses pengajaran. Proses mengamati cara belajar mengajar di Ilmenau menurutnya sangat menarik karena dapat memperbaharui cara mengajar yang dapat diterapkan di UAJY.
“Saya berharap ada strategi yang bisa diserap dan diterapkan di UAJY. Terutama strategi Tri Dharma, yaitu bagaimana mengintegrasikan Tri Dharma antara mengajar dan penelitian. Harapannya agar bisa lebih produktif dan kerjanya lebih efisien,” jelas Desi.
