UAJY Gelar Gladhen Jemparingan untuk Lestarikan Budaya

Konten Media Partner
11 September 2022 15:09
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Peserta Gladhen Jemparingan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Minggu (11/9/2022). Foto: Eva Mintarsih/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Peserta Gladhen Jemparingan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Minggu (11/9/2022). Foto: Eva Mintarsih/Tugu Jogja
ADVERTISEMENT
Yogyakarta menjadi daerah yang kaya akan budaya. Masyarakat diajak untuk aktif terlibat dalam pelestarian budaya. Salah satu olahraga tradisional dari Yogyakarta yang masih eksis adalah jemparingan (panahan tradisional).
ADVERTISEMENT
Sebagai upaya untuk melestarikan budaya, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar gladhen jemparingan gaya Mataraman (lomba panahan tradisional khas Yogyakarta). Kegiatan ini juga menjadi salah satu rangkaian kegiatan dari Dies Natalis ke-57 UAJY.
"Universitas mendukung kegiatan jemparingan yang tahun ini menjadi kegiatan Dies Natalis ke-57 dengan tema 'Aktualisasi Karya Ekologis UAJY menuju Universitas Laudato Si', ujar Wakil Rektor 1 UAJY sekaligus Ketua Dies Natalis ke-57, Sushardjanti Felasari, Minggu (11/9/2022).
Wakil Rektor 1 UAJY sekaligus Ketua Dies Natalis ke-57, Sushardjanti Felasari, saat menjajal jemparingan, Minggu (11/9/2022). Foto: Eva Mintarsih
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Rektor 1 UAJY sekaligus Ketua Dies Natalis ke-57, Sushardjanti Felasari, saat menjajal jemparingan, Minggu (11/9/2022). Foto: Eva Mintarsih
Laudato Si' merupakan ensiklik kedua dari Paus Fransiskus yang memiliki makna untuk merawat bumi. Fela menjelaskan bahwa kegiatan ini juga sebagai wujud upaya dalam melestarikan kebudayaan, yang mana pada zaman sekarang ini kebudayaan sudah mulai luntur sehingga perlu dilestarikan.
"Nah kegiatan jemparingan ini saya yakini menjadi bagian dari kegiatan untuk merawat budaya yang itu artinya juga merawat bumi," jelas Fela.
ADVERTISEMENT
Menurutnya Jemparingan ini juga bukan hanya sebagai upaya melestarikan budaya saja, tapi juga sebagai wadah untuk mengolah rasa, pikiran serta badan.
"Saya kira ini kegiatan yang sangat bagus kemudian bisa jadi untuk olahraga intinya body, mind and soul. Jadi pikiran hati dan jiwa merupakan sesuatu yang harus selalu dikembangkan," lanjut Fela.
Peserta Gladhen Jemparingan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Minggu (11/9/2022). Foto: Eva Mintarsih/Tugu Jogja
zoom-in-whitePerbesar
Peserta Gladhen Jemparingan di Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Minggu (11/9/2022). Foto: Eva Mintarsih/Tugu Jogja
Sementara itu Koordinator Gladhen Jemparingan sekaligus Staff Laboratorium Teknobio Pangan UAJY, Andreas Wisnu mengatakan bahwa tahun ini jumlah peserta lomba tidak terlalu banyak. Hal ini dikarenakan masih ada pembatasan terkait pandemi COVID-19.
"Untuk tahun ini pesertanya dari teman-teman penjemparing dari Jogja, Klaten dan Kebumen120 orang," jelas Wisnu. (Eva Mintarsih)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020