kumparan
17 Oktober 2019 12:33

Usai Rusuh di Penajam, Aktivitas di Pelabuhan Kariangau Mulai Normal

WhatsApp Image 2019-10-17 at 12.18.48.jpeg
Suasana kebakaran di PPU, Rabu (17/10/2019). Foto: Istimewa
Pasca-ricuh di pelabuhan penyeberangan Penajam–Balikpapan, Rabu (16/10/2019) kemarin, pelabuhan Kariangau, Balikpapan sempat berhenti beroperasi. Namun, Kamis (17/10/2019) pelabuhan yang menghubungkan kota Balikpapan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sudah beroperasi seperti biasa. Tak ada penumpukan penumpang atau kemacetan yang berarti.
ADVERTISEMENT
“Kondisi sudah normal,” ujar Iptu, M. Nasution, Pjs Kanit Samapta Polsek Balikpapan Barat, Kamis (17/10/2019).
Berdasarkan pantauan di lapangan, penyeberangan dengan menggunakan kapal feri sudah beroperasi sejak malam. Sedangkan, penyeberangan dengan menggunakan speed boat baru beroperasi Kamis (17/10/2019) pagi.
“Penyeberangan dengan kapal kelotok yang belum beroperasi,” kata Arif, Warga Penajam.
Sebagai langkah pengamanan, satu kompi pasukan bermotor Ditsabhara Polda Kaltim diterjunkan ke lapangan. Sementara itu, Kodam VI Mulawarman pun juga megirimkan 200 prajurit untuk menjaga kondusifitas di calon ibu kota baru tersebut.
"Pasukan TNI lain disiapkan apabila sewaktu-waktu perlu diseberangkan dari Balikpapan menambah perkuatan," jelas Kolonel Kav Dino Martino, Kapendam VI Mulawarman.
Sebagaimana diketahui, kericuhan di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur terjadi pada Rabu (16/10/2019) lalu. Dalam kericuhan tersebut, massa mengamuk dan membakar berbagai fasilitas umum di pelabuhan kapal klotok.
ADVERTISEMENT
Kebakaran juga merambat ke beberapa toko sembako dan rumah warga. Selain itu, beberapa rumah warga dan warung sembako yang terletak di kawasan pelabuhan kapal klotok Penajam juga ikut terbakar.
Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab publisher. Laporkan tulisan