Viral Kuda Andong di Malioboro Kehujanan, Dishub DIY: Masa Kita Pasang Atap?
·waktu baca 2 menit

Video viral kuda andong di Malioboro kehujanan yang beredar baru-baru ini mengundang berbagai simpati netizen. Pasalnya dalam video yang viral tersebar di media sosial memperlihatkan andong dengan kuda terkait tanpa sang delman diguyur hujan. Kuda berwarna putih itu bahkan tertunduk lesu di tengah guyuran hujan.
Tak sedikit netizen yang mengusulkan pada Pemda atau pihak terkait untuk dibuatkannya tempat berteduh setelah melihat konten viral kuda andong di Malioboro kehujanan tersebut. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwipanti mengatakan bahwa permasalahan kuda andong kehujanan itu tak serta merta kemudian perlu langsung disikapi dengan pembuatan tempat berteduh.
"Kita kan juga nggak ngurusin semua, kalau di Malioboro kan sudah ada celukan, masa ya kita atapin semua nanti ya bentuknya jadi lucu. Sekarang kalau setiap persoalan kecil (jadi masalah) ya nggak gitu. Dulu-dulu kehujanan kan juga nggak masalah," kata Made, saat dihubungi pada Jumat (25/3/2022).
Menurutnya komentar netizen terkait iba pada kuda yang kehujanan tersebut seharusnya tidak perlu dibesar-besarkan. Mengingat kejadian tersebut bukan kali pertama terjadi. Dia menandaskan saat ini opsi penyediaan lahan parkir untuk andong dirasa tidak memungkinkan karena keterbatasan tempat.
"Kalau kasian kenapa baru sekarang, kenapa nggak dulu-dulu kasihannya. Itu semua sudah diatur, sudah didesain dan di rencanakan. Untuk kawasan Malioboro andong sudah ada lokasi parkir, kalau kita mau cari space parkir lain dekat situ, kita nggak punya tempat. Wong parkir kendaraan bermotor aja kami sulit apalagi andong," katanya.
Ketika ditanya apakah akan ada rencana perkiraan untuk mencari lahan baru, dia menandaskan bahwa hal tersebut masih butuh banyak kajian dan tidak serta merta dipindah. Apalagi hal tersebut juga dibarengi dengan jumlah andong yang cukup banyak, menurutnya hal itu tidak akan bisa mencakup keseluruhan jumlahnya.
"Namanya hujan tidak bisa kemudian kita antisipasi kita buat atap atau gimana untuk perlindungan, itu kan butuh analisis dan kajian. Pada prinsipnya kami belum ada rencana apapun, sekarang pun kami sudah menempatkan parkir di tempat yang sudah ditentukan, kalau mereka mau di tempat lain ya kami kesulitan juga," pungkasnya.
