News
·
10 April 2021 16:52

Akibat Gempa, Bangunan Rumah dan Rusunawa Buring Retak Berat di Kota Malang

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
Akibat Gempa, Bangunan Rumah dan Rusunawa Buring Retak Berat di Kota Malang (41712)
Salah satu rumah milik warga Jalan Bandulan, ambrol bagian depannya, akibat gempa.(foto:Azmy)
MALANG - Gempa bumi berskala 6,7 skala richter (SR) yang berpusat di barat daya Kabupaten Malang mengguncang wilayah Malang Raya, sekitar pukul 14.00, Sabtu (10/4/2021). Akibat dari gempa ini mengakibatkan kerusakan, termasuk di Kota Malang.
ADVERTISEMENT
Informasi dihimpun BPBD Kota Malang, dilaporkan ada 2 unit bangunan yang terdampak akibat gempa ini. Yakni bangunan Rusunawa II, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang terdampak retak di dinding bagian depan.
Selain itu 1 unit rumah milik warga di Jalan Raya Bandulan, Kota Malang juga terdampak. Dilaporkan, dinding tembok depan rumah rusak parah. Beruntung, tidak ada korban jiwa baik luka atas gempa ini.
''Info sementara, dilaporkan ada 2 bangunan di Kota Malang terdampak akibat gempa ini. Mengalami keretakan pada dinding. Nihil korban jiwa maupun luka,'' ungkap Petugas Analis BPBD Kota Malang, Cornelia Selvyana Ayoe dihubungi.
Saat ini, petugas sudah melakukan assesment dan meninjau di 2 lokasi terdampak. Dari data milik BPBD Provinsi Jatim, akibat gempa ini juga terjadi di sejumlah 9 kota/kabupaten di Jatim. Mulai Malang Raya, Lumajang, Kediri, Trenggalek hingga Blitar.
ADVERTISEMENT
Gempa bumi juga dirasakan di beberapa wilayah Jawa Timur mulai dari skala III-IV MMI. Diimbau agar tidak panik. Namun tetap waspada jika ada potensi gempa susulan.
Terpisah, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Malang, Mamuri menegaskan gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Kata dia, pusat gempa berada di barat daya Kabupaten Malang. Gempa ini juga dirasakan di sejumlah daerah Jatim, hingga Surabaya.
''Gempanya tergolong kuat, tapi bagaimanapun kami imbau masyarakat tetap tenang. Sampai saat ini, belum ada info kerusakan,'' terang dia dihubungi awak media.
Ma’muri menambahkan gempa bumi disebabkan aktivitas zona subduksi di mana adanya pergeseran antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia. ''Lempeng Indo-Australia menyusut ke Lempeng Eurasia. Tapi dari analisis kami sejauh ini tidak ada potensi gempa susulan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT