Curahan Hati Ibu dan Istri ABK Asal Kota Batu yang Terdampar di Pulau Guam, AS
·waktu baca 2 menit

BATU - Keluarga para awak kapal MV Voyager asal Indonesia begitu berharap menanti kepulangan mereka. Seperti dirasakan keluarga Ali Akbar Cholid (27) yang merupakan warga Kelurahan Sisir, Kota Batu.
Ibu Ali, Luluk Zuraida dengan sabar menggendong cucunya. Dia tak menyangku cucunya tersebut tidak bisa bertemu dengan ayahnya saat dia membuka matanya pertama kali. Bocah itu kemudian diberi nama Muhammad Akbar Bintang.
''Padahal sudah kami rencanakan itu ayahnya yang pertama kali potong rambutnya,'' kisah Luluk, di rumahnya, pada Jumat (29/10/2021).
Selama ini, dia ikut berkomunikasi dengan anaknya itu lewat ponsel. Sesekali, meski dalam komunikasi itu diselingi dengan guyon (canda), Luluk tetap merasa sedih merasakan anaknya tak bisa pulang. ''Meski kelihatannya gak susah, tapi saya yakin di sana pasti susah,'' ucapnya.
Hal senada dikatakan istri Ali, Rani Septi Ridwan yang berharap suaminya bisa dibantu segera pulang. Selama ini, dia juga tak kurang-kurang untuk mencari bantuan kesana-kemari. Namun, dia hanya sekadar diberi janji.
''Sampai sekarang pun gak ada wujudnya. Bilangnya hanya segera diproses terus. Kan kasihan sudah lima bulan hanya hidup di atas kapal,'' ucapnya.
Dikisahkan Rani, Ali memang seorang lulusan sekolah pelayaran. Sejak lulus pada 2017, Ali sering berlayar wara-wiri di kawasan ASEAN. Sekitar pada tahun 2020, mereka menikah dan dikaruniai anak yang saat Ali tinggal masih usia 4,5 bulan kandungan.
''Pikir saya, antar kapal itu paling setengah bulan. Gak sampai kandungan besar, eh ternyata kok sampai sekarang gak bisa pulang-pulang. Baru kali ini kayak gini,'' ucapnya sedih.
Tapi berbekal kesabaran, Rani mencoba bersabar keluarganya sedang diuji masalah. ''Setidaknya komunikasi kami lancar setiap hari. Dia selalu nanyain putranya ini," kisahnya.
