Konten Media Partner

Es Santan Setengah Abad, Kuliner Istimewa di Kota Malang

Tugu Malangverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Es Santan 68. Foto: Feni Yusnia
zoom-in-whitePerbesar
Es Santan 68. Foto: Feni Yusnia

MALANG - Kuliner Kota Malang memang beragam. Tak hanya makanan, sederet minuman menyegarkan juga menyita perhatian. Salah satunya Es Santan 68.

Kuliner sederhana yang terletak di Jalan Sempu, Kecamatan Klojen, Kota Malang ini, banyak digemari berbagai kalangan. Selain cita rasanya yang unik, tampilan menarik, Es Santan 68 juga terbilang legendaris.

Bagaimana tidak, Sutono, Penjual Es Santan 68, mengatakan bahwa dirinya mulai berjualan sejak tahun 1968. "Waktu itu saya jualan umur 17 tahun seharga satu ringgit atau dua setengah rupiah," katanya.

Es Santan 68. Foto: Feni Yusnia

Kini, satu gelas Es Santan 68 ini dijual seharga Rp 5 ribu saja. Terdiri dari ketan hitam, tape, dan cendol yang dicampur dengan santan, sirup, dan es. Makin istimewa tatkala di atas gelas tersebut ditutup dengan roti tawar yang disiram sirup merah sebagai toppingnya. Membuat es bercita rasa asam, manis, dan gurih itu makin menggoda.

Disamping itu, tak sedikit yang menyebut es ini sebagai Es Pink, lantaran tampilannya yang menyita pandangan mata. Yakni, berwarna merah muda. Dimana warna putih berasal dari santan dan juga warna merah yang berasal dari sirupnya.

Menurut Sutono, tak ada resep khusus yang membuat es ini istimewa, selain konsistensi dalam racikan dan rasa. “Bahannya ya cuma santan, vanili, gula, pandan hijau, tape ketan hitam, dan cendol,” jelasnya.

Es Santan 68. Foto: Feni Yusnia

Salah satu pembeli Es Santan 68, Da'asmarani (22), mengatakan, ketertarikannya untuk mencoba es ini karena penasaran. "Karena suka makan, terus temen-temen bilang disini esnya enak. Terus saat coba dan rasanya emang enak. Seger," paparnya.

Es Santan 68 buka setiap hari hingga pukul 16.00 WIB. Warung es sederhana yang hanya bermodalkan gerobak dorong yang mangkal di trotoar jalan ini juga membuka cabang di depan SMA Negeri 9 Kota Malang.