Konten Media Partner

Gejala Gagal Ginjal Akut: Volume Buang Air Kecil Menurun

Tugu Malangverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif. Foto / Feni Yusnia
zoom-in-whitePerbesar
Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif. Foto / Feni Yusnia

MALANG – Warga Kota Malang diminta untuk terus waspada dengan gejala gagal ginjal akut. Salah satunya adalah volume buang air kecil menurun. Hal ini dikemukakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif.

Dia mengatakan bahwa diagnosis gejala gangguan gagal ginjal akut pada anak dapat disebabkan banyak faktor. Di antaranya, riwayat keturunan, perilaku konsumsi makanan dan minuman hingga kebiasaan atau aktivitas anak.

"Tiga hal tersebut sangat mempengaruhi fungsi ginjal. Makanya, riwayat dari keturunannya perlu ditelusuri, kemudian perilaku anak terutama dalam pola makan dan kebiasaan atau aktivitas anak itu apa saja dalam kesehariannya," katanya.

Akun Instagram @diskeskotamalang menjelaskan bahwa gangguan gagal ginjal akut misterius atau gangguan ginjal akut progresif atipikal pada anak disebut juga Acute Kidney Injury (AKI).

Gejala Gangguan Gagal Ginjal Akut. Foto / akun instagram @diskeskotamalang

Penderita penyakit ini mengalami penurunan fungsi ginjal yang cepat dan tiba-tiba. Salah satu tandanya adalah penurunan volume buang air kecil hingga tidak buang air kecil sama sekali.

Adapun gejalanya di antaranya terjadi demam, batuk, pilek pada anak usia 0-18. Kemudian, gejala infeksi saluran cerna seperti mual dan muntah, warna urine berubah menjadi coklat disertai dengan penurunan jumlah urine hingga tidak buang air sama sekali.

Maka, sebagai bentuk kewaspadaan dini, masyarakat diimbau untuk tetap waspada. Meski bukan penyakit menular, namun orang tua tetap diminta untuk selalu waspada dengan menerapkan hidup bersih dan sehat, konsumsi obat dengan baik dan benar serta konsumsi air putih cukup.

"Pertama, tentu tidak perlu panik. Kalau ada keluhan disarankan untuk datang ke faskes atau tenaga kesehatan," tegas dr Husnul.