Konten Media Partner

Inovasi Tiada Henti, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Didukung Penuh Astra

Tugu Malangverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Perwakilan Kemendikbud, Astra Group dan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, foto bersama dengan perwakilan 204 SMK se-Jawa Timur di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, kamis (22/8). foto: hafis iqbal/tugumalangid
zoom-in-whitePerbesar
Perwakilan Kemendikbud, Astra Group dan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, foto bersama dengan perwakilan 204 SMK se-Jawa Timur di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, kamis (22/8). foto: hafis iqbal/tugumalangid

TUGUMALANG.ID-Terobosan dan inovasi terus dilakukan SMK Muhammadiyah 1, Kepanjen, Kabupaten Malang. Salah satunya dalam menjalin kerjasama dengan dunia industri. Dalam hal ini, SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kabupaten Malang, mempunyai program link and match.

Program ini merupakan bentuk support dari Astra Group. Sekolah mendapatkan kesempatan untuk bersinergi dengan industri. Mulai dari kurikulum hingga magang kerja. Hadir secara langsung Kasubdit Lasjurin Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Saryadi didampingi Kordinator Wilayah Astra Malang Lindung Karuniawan.

Kegiatan yang digelar di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, hari ini (22/8) itu dihadiri 204 perwakilan SMK Se-Jawa Timur. "Ini program yang bagus, SMK sangat butuh. Agar lulusannya mampu diserap langsung oleh industri," kata Kasubdit Lasjurin Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, Saryadi.

Menurutunya, selama ini, SMK kurang mengikuti perkembangan industri. Sehingga, lulusannya tidak terserap dunia kerja secara maksimal. Karena secara kemampuan kurang sesuai."Ya perkembangan industri cukup cepat, SMK juga kesulitan. Tapi kalau ada sinergi itu bisa jalan," ungkapnya.

Perwakilan Kemendikbud, Astra Group dan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, foto bersama di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, kamis (22/8). foto: hafis iqbal/tugumalangid

Selain itu, sekolah juga harus sering melakukan komunikasi secara langsung. Perbanyak jejaring industri untuk menambah referensi. Disamping itu sekolah juga harus mengikuti perkembangan. Terutama untuk jurusan yang dibutuhkan industri."Sekarang ada sistem buka tutup jurusan. Itu program untuk melihat jurusan sesuai kebutuhan industri," katanya.

Sebab, banyak sekolah membuka jurusan yang sudah tidak relevan. Sehingga tingkat keterserapan menjadi rendah. Hal ini yang menjadi masalah baru. Terutama dalam menyumbang angka pengangguran. "Kalau lulus SMK tidak bekerja akan rugi. Jadi harus bisa kerja dan terserap industri," jelasnya.

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Drs Maryanto MM dalam memberikan sambutan. foto: hafis iqbal/tugumalangid

Hal yang sama diungkapkan Divisi CSR PT United Tractors Dimas Aryo Wicaksono, menurutnya, sekolah juga harus mengikuti budaya industri. Sebab, hal itu yang menjadi poin penting bagi lulusan. Siswa harus terbiasa dengan suasana industri. Sehingga ketika lulus sudah langsung siap bekerja. "Kalau tidak dibiasakan akan susah. Itu bisa dimulai sejak disekolah dulu," ungkapnya.

Program link and match tidak hanya urusan kurikulum. Budaya industri juga menjadi catatan penting. Sebab hal itu yang menjadi penialaian industri. "Budaya paling mudah itu safety, itu utama di industri. Sekolah harus mampu menerapkan budaya itu," ungkapnya.

Perwakilan SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemendikbud, dan Astra Group foto bersama.

Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen Drs Maryanto MM mengatakan kegiatan ini cukup baik. Terutama dalam hal memberikan wawasan tentang industri. Sehingga bisa mendapatkan gambaran secara langsung. "Industri itu perkembangannya cepat. Harus bisa menyesuaikan juga, ini jadi hal yang positif," ungkapnya.

Hal ini yang harus diperhatikan dan dinjalankan. Sebab dengan program ini lulusan bisa terserap ke dunia industri. Bukan hanya siswa saja, guru juga harus paham. "Lewat kegiatan ini banyak ilmu baru. Terutama untuk perbaikan sekolah lebih bagus lagi," tutupnya.(ads).

Suasana acara di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kamis (22/8).

Reporter : Hafis Iqbal

Editor : Irham Thoriq