Konten Media Partner

Kisah Reika Azil, Sukses Tembus Magister Science Psikologi UGM dengan Beasiswa

Tugu Malangverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Reika Azil. Foto: dok
zoom-in-whitePerbesar
Reika Azil. Foto: dok

MALANG - Kuliah pasca sarjana di Universitas Gadjah Mada (UGM) kerap menjadi impian banyak orang. Namun untuk mewujudkan hal tersebut, tidaklah mudah dan butuh kerja ekstra keras.

Hal itulah yang dilakukan Reika Azil Aryani, perempuan asal Kota Malang yang berhasil tembus S2 UGM lengkap dengan beasiswanya.

Reika bercerita, dia mendaftar di Fakultas Psikologi Jurusan Magister Science Psikologi UGM saat pandemi COVID-19 di Indonesia sedang menggila.

"Waktu ceritanya itu aku daftar di gelombang pertama di bulan Maret 2020. Dan karena COVID-19, sehingga gelombang 1 dan 2 itu digabung tesnya," terangnya, pada Kamis (10/12/2020).

Saat itu, lanjut dia, ada 90 orang calon mahasiswa yang mendaftar dari seluruh penjuru Indonesia. "Kalau tidak salah waktu itu ada sekitar 90 orang pendaftar, dan hanya diambil 35 mahasiswa untuk satu angkatan Jurusan Magister Science Psikologi," kenangnya.

Dan karena pandemi COVID-19 di Indonesia sedang ganas-ganasnya, dia terpaksa hanya bisa seleksi tertulis dan wawancara via online.

"Lalu, karena waktu itu ada pandemi COVID-19, kita tidak tes langsung tapi melalui aplikasi pembelajaran milik UGM yaitu Elok UGM. Begitupun seleksi wawancara kita juga melalui Zoom. Setiap calon mahasiswa diwawancarai oleh 2 dosen," kenangnya.

"Karena aku masuk Fakultas Psikologi Jurusan Magister Science Psikologi, untuk tes tulisnya aku khusus terkait dasar-dasar psikologi umum seperti behaviorisme, psychoanalysis, humanisme, neuropshycology, sampai metode penelitian, dan lain-lain," sambungnya.

Selama menjalani seleksi tertulis dan wawancara, putri pengrajin di Kota Malang ini mengaku, sempat grogi dan tidak percaya diri.

"Tentu waktu tes tulis ada rasa grogi dan tidak percaya diri, karena pendaftaran 90 orang itu sudah terbilang banyak dan calon mahasiswa lainnya hebat-hebat. Ada banyak dari mereka yang sudah bekerja lama dan berpengalaman dibidangnya, dan ada juga calon mahasiswa yang memiliki prestasi keren-keren," tuturnya.

Alumni Universitas Negeri Malang (UM) ini mengatakan, persiapan yang dia perlukan untuk mendaftar di UGM tidaklah main-main. "Sebenarnya aku sudah ada keinginan untuk lanjut S2 setelah lulus dari Universitas Negeri Malang. Tapi masih butuh persiapan sekitar setahun untuk belajar TPA, TOEFL, dan bekerja," jelasnya.

"Selama seleksi kita menyerahkan berbagai sertifikat seperti TOEFL dan Tes Potensi Akademik Bappenas. Untuk TOEFL seingatku minimal harus dapat skor 500," bebernya.

"Selain itu, menyerahkan juga ijazah S1, ringkasan skripsi, lalu beberapa sertifikat prestasi dan pengalaman organisasi/kepanitiaan," imbuhnya.

Reika juga mendaftar ke Lembaga Pengelola Dana Pendidikan untuk mendapatkan beasiswa. Pasalnya, biaya untuk menempuh Magister di UGM tidaklah murah. "Aku juga daftar LPDP untuk beasiswa, jadi aku nunggu lulus LPDP dulu baru daftar UGM," ucapnya.

Perempuan yang pernah menjadi asisten dosen di Fakultas Pendidikan Psikologi UM ini juga mengungkapkan, tidak perlu khawatir dengan uang kuliah di UGM.

"Saat ini banyak beasiswa yang bisa dimanfaatkan untuk lanjut S2, misalnya LPDP sampai beasiswa dari UGM langsung. Tinggal mau ambil kesempatan apa enggak, buat lihat infonya bisa ke website LPDP atau UGM," ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan alasannya memilih UGM daripada kampus lainnya. "Kenapa aku memilih UGM, karena aku ambil Jurusan Magister Science Psikologi peminatan Psikologi Sosial, dan Psikologi Sosial di Malang tidak ada. Dan adanya hanya di UGM, UI, Unair dan Unpad," ujar wanita 24 tahun ini.

"Jadi aku pilih UGM karena menurutku Psikologi Sosialnya terbaik, juga kampusnya tidak terlalu jauh di Jawa Tengah," lanjutnya.

Reika sendiri bahkan sudah membayangkan apa yang akan dia kerjakan setelah lulus dari UGM. "Untuk Magister Science Psikologi ini nantinya aku menjadi peneliti setelah lulus. Misalnya menjadi peneliti di media, kampus, dan lainnya. Pokoknya menempati posisi lebih ke pengambil kebijakan," ucapnya.

Terakhir, perempuan yang kerap kali mengikuti debat bahasa Inggris ini mengingatkan, untuk lebih mempersiapkan matang-matang segalanya jika ingin melanjutkan magister di UGM.

"Untuk teman-teman yang ingin kuliah di UGM itu harus mempersiapkan semuanya matang-matang. Juga harus belajar giat untuk tes TOEFL dan tes tulis. Lalu banyak-banyak berlatih dan kalau sudah berusaha jangan lupa berdoa," pungkasnya.