Kronologi Kasus Pencabulan Guru SMP di Malang kepada Belasan Siswanya

TUGUMALANG.ID – Mencuatnya kasus tindak pelecehan seksual dan pencabulan terhadap belasan siswa oleh oknum guru yang terjadi selama satu tahun terakhir di SMPN 4 Kepanjen, Kabupaten Malang, akhirnya dibeberkan oleh pihak kepala sekolah.
Kepala Sekolah SMPN 4 Kepanjen, Suprianto (56), menuturkan bahwa pihaknya mengetahui kasus tidak terpuji yang dilakukan oleh salah seorang gurunya tersebut pada Jumat lalu (29/11) sekitar pukul 13.00 WIB.
Suprianto dihubungi pihak kesiswaan bahwa ada laporan dari beberapa siswa tentang tindakan tidak senonoh yang dilakukan oknum guru CH (38).
“Siswa tersebut cerita kalau ada tindakan yang kurang baik dan tidak senonoh oleh oknum guru GTT (guru tidak tetap). Agar lebih akurat, saya meminta mendengar keterangan korban-korban lainnya,” terang Suprianto pada awak media usai dimintai keterangan oleh pihak kepolisian di Polres Malang, Jumat siang (6/12/2019).
Kemudian, pada hari Sabtu (30/11/2019), ia menemui korban-korban lainnya.
“Setelah menemui anak-anak, ternyata benar kalau mereka pernah digauli dan diperlakukan tidak senonoh oleh oknum guru tadi,” lanjutnya.
Setelah mendengar keterangan korban, Suprianto pun langsung berkonsultasi pada komite sekolah.
“Jajaran pimpinan dan komite sekolah meminta saya untuk menindak tegas oknum guru tersebut,” imbuhnya.
Pada malam harinya sekitar pukul 20.00 WIB, Kepala Sekolah SMPN 4 Kepanjen itu bergerak cepat untuk memecat guru tersebut. Namun ia masih menahan Surat Keputusan (SK) sampai pukul 22.00 WIB untuk mendengar keterangan langsung dari guru tersebut.
Saat awak media mengonfirmasi apakah bentuk pencabulannya adalah memegangi alat kelamin korban saja, Suprianto menjawab bahwa pelaku melakukan lebih dari itu.
Ia juga mengatakan kalau kejadian pencabulan tersebut ada yang dua tahun yang lalu, dan yang terbukti baru sekarang.
“Luar biasa. Orang tidak menduga,” ujarnya seakan masih tak percaya.
Dalam kesempatan itu, Suprianto menjelaskan CH sudah mengajar selama 5 tahun dan selama ini berkelakuan baik.
“Selama ini tidak nampak kecurigaan. Dia rajin, dia suka membantu, setiap ada acara-acara selalu tampil di depan, dan selalu datang pagi ke sekolah untuk menyalami siswa-siswa,” lengkapnya.
Suprianto melanjutkan bahwa alasan guru tersebut melakukan pencabulan adalah untuk penelitian S3. “Semua korbannya laki-laki, tidak ada yang perempuan,” tambahnya.
Ketika disinggung terkait berapa jumlah korban apakah memang seperti yang diberitakan media-media yaitu 18 anak, Suprianto juga membenarkan hal tersebut.
“Seperti yang sudah media dengarkan ya memang itu,” jawabnya.
Ia meminta dan berharap agar kasus tersebut bisa segera tuntas, karena tidak ingin mengganggu kondisi anak didiknya.
“Saya mohon teman-teman media untuk membantu kami. Tolong bantu kami, anak-anak kami. Saat ini kami sedang berkonsentrasi bagaimana memulihkan kondisi mental anak-anak,” tutupnya.
Reporter : Rizal Adhi Pratama
