LP2M UM Kembali Kembangkan Kawasan Kajoetangan Heritage

Konten Media Partner
19 Agustus 2021 13:58
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
LP2M UM Kembali Kembangkan Kawasan Kajoetangan Heritage (61237)
zoom-in-whitePerbesar
Edukasi badan hukum oleh LP2M di Kampoeng Kajoetangan Heritage Kota Malang. Foto: Rizal Adhi
ADVERTISEMENT
MALANG - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang (UM) terus melaksanakan pengembangan di Kampoeng Kajoetangan Heritage Kota Malang.
ADVERTISEMENT
Kali ini, LP2M UM memberikan edukasi terkait badan hukum yang kuat untuk mengelola kawasan wisata Kajoetangan Heritage.
"Sebenarnyakan program ini kelanjutan dari program tahun 2020 yang dilaksanakan FGD hingga launching. Nah selama inikan belum ada badan hukum yang kuat, maunya kita mendampingi masyarakat agar memiliki badan hukum untuk mengembangkan aset wisata," terang Kepala Pusat Sosial Humaniora dan Pariwisata LP2M UM, Dr Joko Sayono MHum, pada Kamis (19/08/2021).
LP2M UM Kembali Kembangkan Kawasan Kajoetangan Heritage (61238)
zoom-in-whitePerbesar
Dari kanan: Ketua RW 09 dan Kepala Pusat Sosial Humaniora LP2M UM. Foto: Rizal Adhi
Joko mengatakan, pengembangan ini diharapkan dapat mengembangkan manajemen wisata yang dijalankan langsung oleh warga.
Lebih lanjut, dia menjelaskan kalau target wisatawan dari luar kota sampai masyarakat lokal Malang sebenarnya sudah banyak yang datang ke kawasan ini.
"Inikan heritage itu peninggalan, jadi arahnya ke peninggalan-peninggalan yang masih asli sampai sekarang. Salah satunya peninggalan Belanda di rumah nomor 81-76, kalau tidak salah. Selain bangunan rumah, ada juga peninggalan Belanda berbentuk got, dan sungai kecil," paparnya.
LP2M UM Kembali Kembangkan Kawasan Kajoetangan Heritage (61239)
zoom-in-whitePerbesar
Kampoeng Kajoetangan Heritage Kota Malang. Foto: Rizal Adhi
"Mungkin ada beberapa rumah peninggalan Belanda yang sama pemiliknya tidak boleh dimasuki, hanya kalau lihat dari luar boleh. Tapi kalau yang rumah nomor 81-76 itu boleh dimasuki," sambungnya.
ADVERTISEMENT
Dia juga menegaskan, Kampoeng Kajoetangan Heritage ini akan menjadi ikon Kota Malang ke depannya.
"Dan ini akan dikembangkan menjadi wisata Kota Malang, karena selama ini kampung tematik yang terkenal hanya Kampung Warna Warni Jodipan, Kampung Sanan. Selain itu, juga memperkuat jati diri Malang, supaya Malang ikonnya heritage," harapnya.
Sementara itu, Ketua RW 09 Kampoeng Kajoetangan Heritage, Edi Harmanto, mengatakan bahwa saat pandemi ini, kehidupan warga berjalan seperti biasanya.
"Walaupun dengan pandemi ini (kehidupan) tetap seperti biasanya, cuma saya tetap jaga dengan protokol kesehatan. Tamu sendiri meskipun sudah dilarang datang tapi tetap masuk-masuk sendiri melalui pintu sana, pintu sini. Tapi keadaan normal-normal saja di sini," ungkapnya.
Dia mengatakan jika pandemi COVID-19 berakhir, dia dan warga akan membuka lagi loket tiket seperti 2 tahun lalu sebelum pagebluk bertebaran.
ADVERTISEMENT
"Tiket ini tujuannya untuk kesejahteraan warga, membangun, dan memperbaiki sarana prasarana. Dengan pembangunan dari pemerintah ini sangat mendukung kampung kami. Kita juga sudah memasang hydrant, saya kira belum ada di RW kawasan lain yang ada hydrant," ujarnya.
Sekarang, karena Kampoeng Kajoetangan Heritage belum aktif, warga terus melakukan perbaikan sarana prasarana, selain itu ada juga donatur yang memberikan bantuan.
"Gimana lagi, dengan adanya pandemi COVID-19 ini kesempatan saya untuk benah-benah kampung," katanya.
"Harapan saya pandemi hilang, dengan tidak ada pandemi kita bisa buka lagi wisatanya. Sebenarnya wisatawan dari luar negeri seperti Jepang sudah ke sini, tapi karena pandemi ini ditunda semua sekarang. Selain itu, warung-warung juga semakin sepi," pungkasnya.(ads)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020