Menpora Puas Indonesia Capai Posisi Empat di SEA Games 2019

Konten Media Partner
12 Desember 2019 15:09
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
ADVERTISEMENT
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali ketika berada di Kota Malang Rabu (11/12/2019) malam. (Foto: Rezza Do'a/Tugumalang.id)
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali ketika berada di Kota Malang Rabu (11/12/2019) malam. (Foto: Rezza Do'a/Tugumalang.id)
TUGUMALANG.ID – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali sepertinya puas atas pencapaian Indonesia di SEA Games 2019 Filipina meski bercokol di posisi ke-4. Sebab, perolehan medali Indonesia dianggap lebih baik dibanding SEA Games 2017 lalu.
ADVERTISEMENT
“Memang bapak presiden (Joko Widodo) sedang memberi arahan kalau bisa kita peringkat kedua. Tapi alhamdulillah meski dapat posisi empat, tanpa terduga perolehan medalinya naik luar biasa,” ujar Zainudin di acara Muktamar XI Kammi di Kota Malang Rabu (11/12/2019) malam.
Untuk diketahui, pada SEA Games yang digelar di Filipina ini, Indonesia mengoleksi total sebanyak 267 medali, terbagi dari 72 emas, 84 perak dan 111 perunggu. Sedangkan pada SEA Games 2017 silam, Indonesia mengemas sebanyak 191 medali yang terdiri dari 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu.
Menurutnya, kontingen Indonesia telah melebihi target. Dari awalnya menargetkan 60 medali emas, nyatanya berhasil memborong 72 medali emas.
Ia menambahkan, perolehan medali yang belum bisa membuat Indonesia menduduki posisi kedua lantaran ada beberapa cabang olahraga yang belum bisa diikuti. Seperti gulat, tenis meja, judo, dan cabang lain yang tidak memiliki federasi di Indonesia.
ADVERTISEMENT
“Ada 40 medali yang diperebutkan dari cabang yang tidak Indonesia ikuti. Sehingga beberapa hari kira-kira tiga empat hari kita di peringkat ke-2, kemudian tersalip oleh Thailand dan Vietnam,” imbuhnya.
Untuk itu kata Zainudin, saat ini ia telah meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) untuk membenahi organisasi olahraga di Indonesia. Seperti hoki katanya, Indonesia memiliki atlet yang potensial bertanding. Namun tak bisa bertanding karena kepengurusan organisasinya. Dia juga menegaskan gulat sangat potensial.
“Saya kira untuk saya yang masih menjabat 2 bulan ini, ya luar biasa usaha mereka. Ini juga karena usaha menteri sebelumnya,” pungkasnya.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020