Konten Media Partner

Penambang Pasir Hilang, Diduga Terlambat Lari dari Terjangan Lahar Semeru

Tugu Malangverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Korban Sempat Utarakan Nasihat Ganjil

Proses evakuasi sejumlah alat berat dan dump truck pertambangan pasir tertimbun material endapan lahar Gunung Semeru, pada Rabu (2/12/2020). Foto: Ben
zoom-in-whitePerbesar
Proses evakuasi sejumlah alat berat dan dump truck pertambangan pasir tertimbun material endapan lahar Gunung Semeru, pada Rabu (2/12/2020). Foto: Ben

LUMAJANG - Teka-teki hilangnya seorang pekerja proyek pertambangan pasir di lokasi terdampak aliran lahar Gunung Semeru, tepatnya di DAS Besuk Curah Kobokan, Kabupaten Lumajang, mulai sedikit terungkap. Seorang rekan kerja korban, bersedia menuturkan kesaksiannya.

Korban yang hilang tak diketahui rimbanya ini bernama Fathur. Umurnya sekitar 30 tahunan asal Paiton, Probolinggo. Fathur sehari-harinya bertugas menjadi operator backhoe di lokasi pertambangan pasir DAS Besuk Kobokan tersebut.

"Dia rekan kerja saya, juga seorang kakak. Dia yang bertugas jadi operator backhoe. Saya jadi supir dump truck buat angkut pasir,'' ungkap Arianto (28), saat mengungsi di Posko Balai Desa Supit Urang, Lumajang, pada Selasa malam (1/12/2020).

Saat kejadian, kisah Arianto, aktivitas pertambangan masih berjalan meski sudah menjelang dini hari. Saat itu, ada 3 unit backhoe yang beroperasi, tepat di tengah-tengah sungai 'mati' itu, termasuk Fathur. Namun tak dinyana, aliran lahar sedang meluncur ke arah mereka.

"Begitu datang suara gemuruh besar, kami semua lari minggir. Termasuk ketiga operator backhoe ini diteriaki. Jadi ada 2 operator berhasil selamatkan diri lari ke pinggir. Sementara, teman saya (Fathur) ini gak tau. Apa dia telat atau gimana, kayaknya dia udah gak sempat. Kayaknya ketiduran,'' tuturnya, dengan mata berkaca-kaca.

Dengan memperkirakan jarak evakuasi dari lokasi backhoe ke zona aman, Arianto mengaku pasrah. Dia hanya berharap, semoga keberuntungan memihak kepada rekannya tersebut.

Saat ini, dia bersama rekan-rekan dan kepala proyek terus berupaya mengevakuasi dan mencari keberadaan korban.

Pagi hari sebelum kejadian, lanjut dia, korban tiba-tiba mengutarakan nasihat ganjil, seolah sudah memiliki firasat. "Nanti belajar yang rajin, nanti kalau saya sudah gak ada (meninggal) kamu bisa gantiin aku,'' kenang dia, menirukan perkataan ganjil korban.

"Padahal sehari-hari dia gak pernah ngomong gitu. Orangnya keliatan suka bercanda, tapi gak sampai urusan gitu (nyawa),'' imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Kampung Siaga Bencana Among Jagat Desa Supit Urang, Santoso, menuturkan akibat luncuran lava panas sejauh 2 ribu meter ini, diketahui membuat sejumlah alat berat dan transportasi pertambangan CV Label ikut diterjang lahar panas ini.

Informasi yang dihimpun, total ada 10 unit backhoe, 2 unit louder, 2 unit dump truck, dan 1 unit bus pariwisata milik perusahaan tambang di lokasi diterjang lahar panas. Kini, semuanya tertimbun material endapan lava yang menggunung.