Konten Media Partner

Puluhan Pohon Tabebuya di Kayutangan Heritage, Wajah Baru Kota Malang

Tugu Malangverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pedestrian Kayutangan Heritage (Irham Thoriq)
zoom-in-whitePerbesar
Pedestrian Kayutangan Heritage (Irham Thoriq)

MALANG - Puluhan pohon Tabebuya yang berdiri sepanjang jalan Basuki Rahmat, Kawasan Kayutangan heritage makin mempercantik pedestrian Kota Malang. Kawasan itu kini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang melintas.

Masyarakat juga sudah mulai berbondong-bondong menikmati kawasan itu, bahkan bikin betah berada di kawasan itu. Selain Tabebuya, lampu hias dengan ornamen bermotif singa dan tugu berwarna dominan hijau kini turut berjejer di sepanjang kawasan Kayutangan Heritage itu.

Pemkot Malang juga telah menebang sejumlah pohon besar yang akarnya rawan merusak dasar bangunan dan menggantinya dengan pohon tabebuya.

Kawasan Heritage Kayutangan. foto/thariq

Jika bibit pohon tabebuya itu berhasil tumbuh sesuai harapan, maka berbagai warna bunga bunga tabebuya nantinya bakal menghiasi pedestrian Kayutangan Heritage itu.

"Lampu lampunya bagus, lumayan menghibur dan memang bisa untuk refreshing," ucap salah satu pengunjung, Ibrahim Loilatu, Selasa (11/1/2022) sore.

Ibrahim yang datang bersama dua temannya itu mengaku betah berlama lama menikmati fasilitas tempat duduk di Kayutangan Heritage.

Foto bersama, duduk santai dengan menikmati kopi kedai dikawasan tersebut membuatnya lupa bahwa dia bersama temannya telah berada disana selama lima jam.

"Ini tadi dari jam 11 siang datang kesini, ini sampai jam 4 sore belum pulang," kata Ibrahim yang kini tengah menimba ilmu di IKIP Budi Utomo Malang.

Sementara itu, Ainul Hidayat (46), pengunjung asal Sukun, Kota Malang mengaku bahwa kawasan Kayutangan Heritage saat ini lebih bagus.

"Kayak Malioboro di Jogja. Ini saya kesini diajak anak saya. Dia taunya pas lewat sini, kemudian ingin kesini. Menurut saya memang sudah bagus," tuturnya.

Namun dia juga berharap pemerintah Kota Malang menata juga parkir kendaraan pengunjung Kayutangan Heritage. Atau bahkan kalau bisa tak ada mobil yang melintas disana di hari hari tertentu.

"Jadi ditutup, gak ada mobilnya. Mungkin seminggu sekali bisa misal steril dari mobil. Itu akan lebih bagus," harapnya.

Senada dengan Ainul, Sueb Udata (22), pengunjung lain juga mengatakan bahwa kawasan Kayutangan Heritage mulai menampakkan keindahannya.

Dia mengaku datang besama lima temannya ke Kayutangan Heritage itu demi membuat konten tik tok untuk tempatnya bekerja, yakni Radio Kencana FM.

"Disini bagus, tapi terlalu banyak kabel. Kalau secara keserutuhan cukup positif, terlihat cerah dan lebih enak. Kami kesini mau ngasih tau orang Malang, Malang ada yang baru," ujarnya.