Konten Media Partner

Rasa Bangga dan Suka Cita di Imtihan Al-Qur'an SD Insan Amanah

Tugu Malangverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Suasana Khotaman dan Imtihan Al Qur'an SD Insan Amanah di Aula Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (22/2). Foto: Andita Eka Wahyuni
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Khotaman dan Imtihan Al Qur'an SD Insan Amanah di Aula Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (22/2). Foto: Andita Eka Wahyuni

MALANG-Agenda pelaksanaan Khotaman dan Imtihan Al-Qur’an VI telah menjadi kegiatan tahunan SD Insan Amanah, Kota Malang. Memasuki tahun ke-enam, acara tetap berlangsung dengan penuh sukacita dan rasa bangga.

Bertempat di Aula Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (22/2), kegiatan imtihan ini dihadiri oleh siswa, wali murid, dan masyarakat umum. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tamu undangan seperti perwakilan Kementrian Agama Kota Malang, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, perwakilan Rektor Universitas Brawijaya, Rektor Institut Pertanian Malang, dan Direktur dari Ummi Foundation.

Suasana Khotaman dan Imtihan Al Qur'an SD Insan Amanah di Aula Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (22/2). Foto: Andita Eka Wahyuni

Sebagai sebuah kegiatan yang telah memasuki tahun keenam di SD Insan Amanah, Suhardini Nurhayati, selaku kepala sekolah berharap supaya kegiatan imtihan ini dapat seterusnya terlaksana."Ketika sebuah kegiatan rutin ini sudah berlangsung setiap tahun, yang kita khawatirkan adalah apakah kegiatan nantinya menjadi sebuah rutinitas belaka atau menjadi sebuah makna hidup bagi anak-anak. Semoga menjadi yang kedua,” ucap kepala sekolah yang baru meraih gelar doktor ini.

Suasana Khotaman dan I?tihan Al Qur'an di Aula Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB), Sabtu (22/2). Foto: Andita Eka Wahyuni

Sejumlah 150 siswa mulai dari kelas 1-6 berpartisipasi sebagai peserta di imtihan ini yang terbagi menjadi Tartil, Tahfidz, Juz 30, 1 , 2, dan Turjuman. Dalam keseluruhan prosesnya, metode mmi diterapkan sebagai metode pembelajaran Al-Qur’an untuk siswa. Melalui metode ini pula, siswa terlebih dahulu harus mampu melewati ujian Tartil untuk melanjutkan ke Tahfidz, Juz 30, Juz 1, Juz 2, sampai turjuman yang merupakan tahapan terjemahan Al-Qur’an.

Kegiatan imtihan ini merupakan sebuah ajang pembuktian proses pembelajaran yang telah dicapai siswa kepada khalayak luas. Sebuah sesi uji publik juga tersedia di mana wali murid dan tamu undangan dapat mengajukan pertanyaan kepada peserta.

Melalui sesi uji publik ini, Ust. Muhammad Hafidz dan Ust. Ahmad Budianto menjelaskan bahwa ada dua tujuan utama dilaksanakannya imtihan ini."Pertama, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah karena berkat pertolonganNya dapat membantu siswa SD Insan Amanah bisa membaca, menghafal, dan bahkan mereka juga sudah belajar terjemahan Al-Qur’an. Kedua yaitu sebagai bentuk laporan secara langsung kepada wali murid dan masyarakat,” terangnya. Di sesi ini, secara khusus dan bergantian hadirin dapat mengajukan satu pertanyaan yang telah disediakan pihak sekolah kepada salah satu peserta.

Salah satu wali murid juga mengungkapkan jalannya acara imtihan yang luar biasa. Orang tua dari siswa bernama Athiyyah Nadhifah Ersa ini mengungkapkan kekaguman atas metode pembelajaran yang diterapkan SD Insan Amanah dalam mendidik siswanya."Pendidikan karakter yang telah diberikan SD Insan Amanah ini sangat baik sehingga sudah melekat dengan baik dalam diri putri saya, bahkan tidak jarang putri saya yang mengingatkan orang tuanya untuk terus beribadah,” ungkap ayah yang gemar fotografi ini.

Memasuki penghujung acara, sejumlah penghargaan diberikan kepada peserta imtihan kali ini. Beberapa nominasi seperti siswa berprestasi disebutkan untuk memberikan apresiasi kepada siswa sehingga dapat memacu semangat belajarnya. Tidak sedikit siswa yang mendapatkan lebih dari 1 penghargaan.(ads).

Reporter: Andita Eka Wahyuni