Ritual Petik Laut di Sendang Biru Kabupaten Malang, Wujud Syukur Para Nelayan

Konten Media Partner
27 September 2022 19:12 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Malang Sanusi turut menyaksikan prosesi pelarungan. Foto/Rubianto
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Malang Sanusi turut menyaksikan prosesi pelarungan. Foto/Rubianto
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
MALANG – Warga pantai Sendang Biru, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, menggelar ritual petik laut pada Selasa (27/9/2022). Ritual ini sebagai wujud syukur para nelayan atas karunia yang diberikan tuhan melalui laut.
ADVERTISEMENT
Tahun 2022 ini, tradisi petik laut kembali digelar secara meriah setelah sebelumnya hanya diikuti segelintir orang karena pandemi COVID-19 yang melanda. Agenda tahunan ini biasanya diselenggarakan setiap 27 September.
Puncak acara Petik Laut tahun 2022 di Pantai Sendang Biru berupa larung sesaji ruwatan dan festival tumpeng. Acara ini dihadiri oleh Bupati Malang, Sanusi, dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Pelarungan sesaji yang ditata di atas sekoci. Foto/Rubianto
Sebagai pembuka tumpeng raksasa yang dibuat dari hasil bumi Dusun Sendang Biru diarak oleh warga. Tumpeng tersebut dibawa keliling kampung diiringi dengan barisan penari dan para pegiat budaya. Tumpeng tersebut kemudian diarahkan menuju ke dermaga untuk dinaikkan ke atas perahu dan dilarung ke tengah laut.
Masyarakat dan para tamu undangan diarahkan menuju gedung Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pondokdadap untuk mengikuti pembukaan dan doa bersama.
ADVERTISEMENT
"Tujuan dari petik laut dan larungan ini adalah bersedekah kepada penghuni laut yaitu ikan-ikan, supaya ikannya gemuk-gemuk," ujar Sanusi dalam sambutannya.
Ia menambahkan bahwa bersedekah tak harus kepada manusia, tetapi juga kepada hewan, khususnya ikan. Setelah melakukan sedekah, ia yakin para nelayan akan lebih semangat dalam bekerja dan dihindarkan dari musibah.
Arak-arakan tumpeng tiba di dermaga. Foto/Rubianto
"Setelah larungan, besok nangkap (ikan) itu semangat, karena sedekah tadi. Dengan sedekah ini, Insya Allah bisa menolak bala, menjaga diri dari musibah," kata Sanusi.
Ia berharap setelah larungan, hasil tangkapan nelayan meningkat hingga 10 kali lipat. Jika biasanya para nelayan menangkap ikan seberat 20 ton sehari dan 100 ton di musim panen, maka Sanusi berharap hasil tangkapan ke depannya bisa 200 ton per hari.
ADVERTISEMENT
"Setelah syukuran hari ini, mudah-mudahan hasil tangkapan bisa mencapai 200 ton per hari," ujar Sanusi dalam sambutannya.
Ia juga mengusulkan kepada Khofifah agar acara Petik Laut bisa dipromosikan sebagai agenda wisata di Jawa Timur.
"Mungkin ini bisa dijadikan agenda pariwisata Jawa Timur," usul Sanusi.
Dalam sambutannya, Khofifah lebih banyak menekankan bahwa pemerintah mendukung masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan.
Terkait kelangkaan solar misalnya, ia mengatakan sudah berkoordinasi dengan pihak Pertamina. Ia meminta koordinator nelayan agar menghitung ulang kebutuhan solar para nelayan sehingga tidak terjadi kelangkaan.
"Saya minta tolong (pada) koordinator nelayan. Panjenengan hitung ulang, apakah yang diusulkan sudah sesuai atau kurang. Kalau kurang, tolong ditambah usulannya," ujar Khofifah.
Setelah acara pembukaan dan doa, Sanusi, Khofifah, segenap pejabat, serta masyarakat berlayar ke laut untuk menyaksikan langsung prosesi pelarungan.
ADVERTISEMENT