Konten Media Partner

Tahu Campur Cak Sarip, Kuliner Kota Malang yang Eksis Sejak Tahun 1987

Tugu Malangverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penampakan tahu campur Cak Sarip di Kota Malang yang eksis sejak 1987. Foto: rezza do'a lathanza/tugumalang.id
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan tahu campur Cak Sarip di Kota Malang yang eksis sejak 1987. Foto: rezza do'a lathanza/tugumalang.id

TUGUMALANG.ID- Tahu campur adalah salah satu makanan khas dari Lamongan, Jawa Timur. Kuliner ini mempunyai cita rasa khas. Tak heran, kudapan yang satu ini sangat banyak diminati. Termasuk bagi warga Kota Malang.

Salah satu yang terpopuler adalah 'Tahu Campur Cak Sarip' yang berada di Jalan MT Haryono Gang 19, Kota Malang. Tahu campur ini cukup legendaris karena berdiri sejak 1987 atau 32 tahun yang lalu. Kendati tahu campur terkenal sebagai makanan khas Lamongan, tapi rupanya penjualnya adalah orang asli Malang.

"Saya Arema asli bukan dari Lamongan, mulai tahun 1987 itu sudah jualan tahu campur, awal mula jualan itu ada yang bilang ini apa makanan sampah, tapi kok enak," ucap Saripudin, pemilik warung Cak Sarip saat ditemui tugumalang.id, Kamis (17/10).

Penampakan tahu campur Cak Sarip di Kota Malang yang eksis sejak 1987. Foto: rezza do'a lathanza/tugumalang.id

Tak heran, jika warung tahu campur ini menjadi tujuan para pecinta kuliner."Tahun 2010 Pak Bondan (pakar kuliner Alm Bondan Winarno) pernah datang ke sini, membahas kuliner kita," imbuh pria 62 tahun ini.

Satu porsi tahu campur terdiri dari daging sapi, tahu goreng, perkedel singkong, tauge rebus, selada, sambal petis, mi, dan kaldu kental. Hampir setiap hari warung Cak Sarip tak pernah sepi pembeli. Dia melayani pembeli bersama empat orang anaknya.

"Semua ini anak saya yang bantu di sini, kebetulan empat laki-laki semua," ucap pria yang akrab disapa Cak Sarip ini.

Tahu Campur Foto: Prabarini Kartika/kumparan

Satu porsi tahu campur dibandrol mulai harga Rp 16 ribu sampai 22 ribu.

"Itu tahu campur biasa dan jumbo, kami juga melayani pembeli yang menginginkan tahu campur untuk dibawa pulang mulai harga Rp 17.000 sampai Rp 23.000 dengan ketentuan biasa dengan kuah dipisah dan jumbo kuah pisah juga," imbuhnya.

Untuk tetap mempertahankan cita rasa, Cak Sarip tidak pernah mengurangi racikan bumbu sejak dulu. Bahkan, dia membeli timbangan untuk menakar setiap bumbu yang diolah.

"Jadi, ini enggak pernah saya kurangi karena-kan prinsip dagang saya itu kalau sudah enak ya dipertahankan biar pelanggan itu balik lagi. Kalau kuliner kayak gini yang pertama dirasakan orang itu kan kuahnya dulu," katanya.

Cak Sarip sedang meracik tahu campur di warungnya. Foto: rezza do'a lathanza/tugumalang.id

Setiap harinya ia mampu menjual 300 porsi tahu campur.

"Ya, kurang lebih 300 porsi buka mulai jam 5 sore sampai habis," ujar Cak Sarip.

Dia melanjutkan, dulu jika ada pertandingan Arema dia libur, tapi sekarang tidak. Menurut dia, warungnya tutup jika dia dan empat orang anaknya sudah merasa capek.

"Ya, saya-kan suka Arema dulu, kalau jadwal Arema main meskipun 1 Minggu 2 kali yaa saya tutup, tapi sekarang enggak. Kalau capek ya tutup," bebernya.

Saat ini, Tahu Campur Cak Sarip bisa dipesan melalui aplikasi Go Food.

"Ada di Go Food itu ya memenuhi permintaan pelanggan banyak yang bilang dimasukin aplikasi biar nanti lebih gampang pesen-nya. Kadang itu para pelanggan malas macetnya soalnya sekarang Dinoyo terkenal macet. Terus kalau ada hujan pengin tahu campur biar gampang," imbuhnya.

Salah satu pembeli, Uncis, asal Mojokerto mengatakan sudah berlangganan mulai kuliah hingga kerja.

"Udah langganan lama langganan sini rasanya tetap enak dan tidak berkurang sama sekali," pungkasnya. Biasanya, dia datang bersama rekan kerjanya.

Reporter : Rezza Doa Lathanza

Editor : Irham Thoriq