Tahu Lontong Lonceng Kota Malang, Kuliner Murah yang Lezat Sejak 1935
·waktu baca 3 menit

MALANG – Banyak ragam kuliner berbahan dasar Tahu. Sebab, Tahu harganya terjangkau dan mudah didapatkan. Selain itu Tahu kaya akan protein, mengenyangkan, dan rasanya pun nikmat. Salah satu kuliner berbahan dasar Tahu yang banyak disukai masyarakat Kota Malang adalah Tahu Lontong.
Sesuai namanya, menu ini terdiri dari tahu goreng dan potongan lontong, dan taburan tauge secukupnya. Lalu diberi bumbu adonan campuran petis dan kacang yang dihaluskan.
Nah, tentang kuliner tahu lontong ini, orang Kota Malang pasti akan memilih Tahu Lontong Lonceng, sebagai tempat kuliner favorit mereka berbahan dasar tahu dan lontong.
Tahu Lontong Lonceng ini cukup legendaris. Lantaran sudah berdiri sejak 1935. Hingga kini masih diserbu pembeli, yang dikelola generasi kedua.
Tahu Lontong Lonceng berlokasi di Jalan Laksmana Martadinata, Kota Malang. Dulunya Tahu Lontong Lonceng merupakan warung tenda yang berlokasi di seberang jalan dari lokasi yang sekarang.
“Dulu tempatnya di seberang sana. Dulu hanya PKL (pedagang kaki lima),” ungkap Abdul Rochim, generasi kedua yang saat ini mengelola Tahu Lontong Lonceng.
Kepada Tugu Malang, Abdul Rochim (73) menceritakan bahwa dulunya Tahu Lontong yang merintis ayahnya bernama Kusen di dekat monumen lonceng peninggalan Belanda.
“Karena tempatnya di dekat lonceng, makanya orang-orang bilangnya Tahu Lontong Lonceng,” ujarnya.
Kemudian, lonceng peninggalan Belanda tersebut dibongkar. Karena terkena pelebaran jalan. Namun hingga kini, daerah di sekitar Tahu Lontong Lonceng tetap dikenal sebagai daerah Lonceng.
Ada alasan Tahu Lontong Lonceng tetap bertahan selama 87 tahun, yaitu konsistensi mereka dalam menyiapkan hidangan yang lezat, cepat, dan murah.
Begitu ada pesanan dari pelanggan, Abdul Rochim dengan cekatan meracik bumbu tahu lontong di atas piring. Ia juga menyalakan kompor yang akan digunakan untuk menggoreng tahu.
Tahu selalu digoreng sesaat setelah dipesan sehingga masih panas dan renyah saat dihidangkan. Setelah matang, tahu dipotong-potong agar mudah disantap.
Bagi pelanggan yang memesan tahu telur, Abdul Rochim menambahkan sepotong telur goreng yang dipotong-potong. Sebagai pelengkap, di atas setiap piring ditaburi potongan seledri dan kerupuk bawang.
Tahu Lontong Lonceng memiliki komposisi bumbu yang pas. Petisnya tidak terlalu kuat sehingga orang yang kurang doyan makan petis masih bisa menyantapnya.
Kacangnya pun digiling halus sehingga tidak ada tekstur kasar yang mengganggu. Tak kalah penting, aroma bawang putihnya tidak terlalu menyengat sehingga tidak membuat mulut bau.
Sepiring tahu lontong bisa dinikmati dengan harga Rp 10 ribu saja, sementara tahu telur dengan nasi atau lontong bisa dibanderol dengan harga Rp 12 ribu. Harganya yang sangat murah membuat tempat ini selalu laris manis.
Tahu Lontong Lonceng buka setiap hari mulai pukul 11.00-21.00. Mereka juga menyediakan aneka kerupuk yang cocok untuk dijadikan pelengkap hidangan serta aneka minuman dingin dan hangat.
