Tim Pengabdian LP2M UM Gelar Workshop Asesmen Kompetensi Minimum

MALANG - Demi memperdalam wawasan para guru tentang Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Tim Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UM, yang diketuai Dr Endah Tri Priyatni, M Pd, menggelar Workshop Pengembangan Paket Belajar dan Asesmen Kompetensi Minimun bagi para guru SMPN 1 Pakis dan SMPN 2 Jabung.
Workshop ini dilaksanakan dalam rangka melaksanakan salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat.
"AKM yang mengukur literasi membaca dan numerasi siswa adalah salah satu instrumen asesmen nasional yang tujuan utamanya untuk meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran. Sehingga tidak semua siswa diikutkan dalam AKM, hanya bersifat sampling," terang Endah Tri Priyatni M Pd.
Selanjutnya, Jika hasil AKM menunjukkan bahwa satuan pendidikan mendapatkan predikat 'Perlu Intervensi', maka sebenarnya yang mendapatkan pekerjaan rumah atau hukuman adalah para guru, dan mereka harus memperbaiki proses dan pengelolaan pembelajarannya.
Di tempat yang sama, Gatot Taufik Qurrohman S Pd selaku Kepala SMPN 1 Pakis berharap jika para guru yang mengikuti workshop ini benar-benar bisa menyerap ilmu yang diberikan.
"Saya berharap para guru betul-betul serius mengikuti seluruh rangkaian kegiatan ini agar wawasan yang diperoleh dalam kegiatan ini benar-benar dapat memotivasi para guru untuk meningkatkan kreativitas dan inovasinya dalam mengelola pembelajaran," ujarnya.
Selain itu, Prof Dr Abdur Rahman As’ari MA yang menjadi salah satu narasumber pada kegiatan tersebut mengingatkan bahwa siswa yang diikutkan dalam AKM untuk tiap satuan Pendidikan maksimal 45 anak.
"Karena dampaknya siswa yang lain akan ogah-ogahan atau santai. Ini tantangan berat bagi para guru, jika bahan ajar, media, atau tugas-tugas yang diberikan kepada siswa tidak menantang, maka siswa akan memiliki persepsi negatif terhadap guru dan mata pelajaran yang diampunya," bebernya.
Ia juga menjelaskan ciri tugas yang menantang dan membuat para siswa tertarik adalah yang membuat siswa penasaran-tidak gampang dan juga tidak terlalu sulit, pengetahuan itu diajarkan masuk di dalam otak siswa dan menyatu dengan pengetahuan yang dimilikinya.
"Kemudian tugas pengetahuan yang sudah diserap oleh siswa dikembangkan oleh anak dan diaplikasikan dalam kehidupan, dan pengetahuan yang telah terinternalisasi akan menjadi habbit of mind (pola perilaku) dan dapat menumbuhkan sikap kemandirian pada diri siswa (self regulated learning)," ungkapnya.
Workshop sendiri dilaksanakan dalam kurun waktu satu bulan mulai dari 31 Maret sampai 1 April 2021 dengan diawali dengan penyamaan persepsi, memperdalam wawasan, dan menganalisis contoh.
Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan pendampingan. Pendampingan penyusunan paket belajar dan instrumen asesmen literasi membaca dan numerasi beserta presentasi hasil dilaksanakan secara berkala dengan Teknik daring sampai dengan 30 April 2021.
Ketua dan anggota tim pengabdian masyarakat hadir dalam kegiatan ini dan sekaligus menjadi narasumber kegiatan ini, yatu Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd; Prof. Dr. H. Abdur Rahman As’ari,M.Pd, M.A, Dr. Suharyadi, M.Pd, dan Dr. Ahmad, M.Pd.(ads)
