News
·
29 Agustus 2020 18:33

Warga Paksa Petugas Pemakaman Lepas APD, Kadinkes: Bisa Dipolisikan

Konten ini diproduksi oleh Tugu Malang
Warga Paksa Petugas Pemakaman Lepas APD, Kadinkes: Bisa Dipolisikan (113368)
Tangkapan layar video. Foto: Rizal Adhi
MALANG - Sebuah video viral di media sosial Twitter dan Instagram memperlihatkan warga memaksa petugas pemulasaraan jenazah melepas Alat Pelindung Diri (APD). Kejadian tersebut diduga terjadi di Kabupaten Malang.
ADVERTISEMENT
Dalam video tersebut, puluhan warga memaksa seorang petugas untuk melepas APD.
"Copoten ae wes, Corona gak nggarai mati. Timbang gak dinganu wong-wong, copoten timbang panas. (Lepas saja sudah, Corona tidak membuat mati. Daripada tidak dianggap orang-orang, lepas saja daripada panas)," teriak warga dalam video tersebut.
Ada juga warga yang berteriak untuk melepas APD karena tidak hujan. "Ora udan lapo nggae mantel (tidak hujan ngapain pakai mantel)," teriaknya.
Dalam video tersebut, warga juga sempat memaksa agar peti jenazah dibuka beramai-ramai.
Menanggapi video tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo, mengaku belum mendapatkan informasi tersebut. "Saya gak tau pasti (kejadian pemaksaan)," ucapnya, pada Sabtu (29/8/2020).
Namun, dia menegaskan jika tindakan tersebut sudah masuk tindak pidana. "Kalau iya itu sudah masuk pidana," tegasnya.
ADVERTISEMENT
Pria yang mengawali karir sebagai dokter gigi ini menyarankan, agar korban melapor pada pihak kepolisian. "Sama seperti pengambilan paksa jenazah juga dilaporkan kepolisian," ungkapnya.