Konten dari Pengguna

10 Film dengan Tema Rasialisme

Tutur Literatur

Tutur Literatur

O Captain, My Captain. (Whitman, 1865)

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tutur Literatur tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rasialisme (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Rasialisme (Foto: Pixabay)

Isu tentang rasialisme menyebar luas sejak tahun 1940-an, khususnya di Amerika. Satu hal yang mendasari terjadinya rasialisme adalah perbedaan warna kulit.

Amerika sendiri dihuni oleh mayoritas orang kulit putih, sehingga para Afro - American seringkali mendapatkan perlakuan tidak adil, meskipun mereka tidak melakukan sesuatu yang salah. Orang kulit hitam acapkali dipandang sebagai kaum tidak terdidik, sulit di atur, dan miskin, sehingga tidak seharusnya diperlakukan sama seperti orang kulit putih.

Beberapa kisah mengenai rasialisme ini kemudian diangkat ke dalam berbagai bentuk film yang bisa kita nikmati, pelajari ataupun membuat kita menghargai perbedaan.

Berikut ini merupakan film Hollywood yang mengangkat isu perbedaan kulit hitam dan kulit putih, dalam berbagai karakteristiknya masing-masing.

1. The Help

embed from external kumparan

Film ini bercerita tentang kehidupan orang-orang kulit hitam dan kulit putih di daerah Jackson, Missisipi, Amerika Serikat. Dimana, pada tahun 60-an semua pembantu rumah tangga adalah mereka yang merupakan penduduk berkulit hitam.

Mereka harus mengurus rumah tangga dan anak-anak kulit putih. Yang mengharukan adalah, para keturunan Afro-Amerika ini mengurus dan membesarkan anak kulit putih dengan setulus hati.

Tiba pada suatu hari seorang pembantu dipecat karena memakai toliet yang sama dengan majikannya. Merasa tidak nyaman dengan perlakuan rasis tersebut, mendorong Skeeter -seorang jurnalis wanita kulit putih- tergugah untuk menulis sebuah buku yang menceritakan mengenai perbudakan kulit hitam.

Berkat wawancara yang berujung pertemanan dengan para penduduk berkulit hitam, buku tersebut pun menjadi best seller.

2. Glory Road

embed from external kumparan

Keputusan Don Hankins untuk membentuk tim basket yang merupakan campuran pemain berkulit hitam dan kulit putih ini, cukup berani di tengah menjamurnya isu rasialisme.

Ia berambisi untuk membuat tim basket SMA yang ia latih menembus level tertinggi di kejuaran NCCA men's division. Dalam mencapai impiannya tersebut, Hanskins berpikir untuk melakukan rekrutmen pemain inti dengan merekrut juga orang berkulit hitam.

Meski tim ini kemudian menjadi bahan cemoohan bagi penduduk Texas yang mayoritas berkulit putih, Haskins berhasil membuktikan bahwa timnya mampu bersaing dan bahkan unggul dalam kompetisi.

Hal ini pun tak pelak memancing sifat iri hati klub basket lainnya, sehingga tim inipun harus mendapatkan teror sehingga sempat memupuskan semangat tim.

3. Selma

embed from external kumparan

Selma merupakan film yang menceritakan kisah mengenai Martin Lurther King, Jr. Seperti kita ketahui, Martin Lurther King, Jr merupakan pejuang hak asasi manusia dan menentang adanya diskriminasi terhadap orang-orang berkulit hitam.

Melalui film ini kita diajak untuk menyaksikan bagaimana perjuangan King dalam mengamankam hak suara semua orang lewat kampanye berbahaya dan menakutkan yang berawal dari Selma sampai ke Montgomery, Alabama. Perjuangannya ini membuat Presiden Johnson menandatangani Voting Rights Act of 1955

4. The Butler

embed from external kumparan

The Butler merupakan sebuah film yang diangkat dari sebuah kisah nyata Eugene Allen, seorang pelayan kepresidenan di Gedung putih AS, yang kemudian disamarkan menjadi Cecil.

Sejak kecil, Cecil selalu mengalami nasib naas. Ayahnya ditembak mati saat berupaya menyelamatkan ibunya yang diperkosa orang kulit putih. Sementara ibunya yang menderita trauma menjadi gila. Untunglah seorang pemilik ladang kapas tempat ayahnya bekerja mengajak Cecil untuk tinggal di rumahnya dan menjadi pelayan.

Ternyata, Cecil memiliki kepiawaian lebih dari orang kulit putih. Ia terus berupaya mengubah nasibnya, mulai dari menjadi pelayan hotel ternama sampai akhirnya berhasil menjadi pelayan kepresidenan. Akan tetapi, hal itu tak serta merta menghilangkan perilaku diskriminatif terhadapnya.

Cecil sudah menjadi bagian dari gedung putih selama 32 tahun lamanya. Selama itu pula ia menjadi saksi hidup dalam banyak peristiwa kulit hitam, mulai dari kulit hitam tak memiliki nilai, sampai naiknya Obama menjadi presiden pertama Amerika yang berkulit hitam.

5. Dear White People

embed from external kumparan

Film drama satir ini menceritakan mengenai 4 tokoh karakter mahasiswa keturunan Afrika - Amerika di Universitas Winchester dengan cerita dan masalah mereka masing-masing. "Dear White People" ini merupakan nama acara radio milik Sam White, seorang wanita keturunan Afro - Amerika.

Melalui siarannya, ia dengan lantang menyuarakan perlawanan terhadap penindasan yang dilakukan kaum putih.

Agak berbeda dari film yang mengangkat isu rasialisme lainnya, film ini secara blak-blakan menyuarakan kebingungan tentang persoalan ras ini. Film ini mampu membuat kita mengkaji ulang, apakah perjuangan rasisme dengan cara mengintimidasi termasuk rasis juga?