Konten dari Pengguna

Meneruskan Tongkat Estafet Kebaikan Lewat Film ‘Pay It Forward’

Tutur Literatur

Tutur Literatur

O Captain, My Captain. (Whitman, 1865)

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tutur Literatur tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Meneruskan Tongkat Estafet Kebaikan Lewat Film ‘Pay It Forward’
zoom-in-whitePerbesar

Image source: http://margaretbourlon.com

Tak sedikit dari kita yang kadang berpikir bahwa kebaikan yang sudah kita lakukan tak ada gunanya, atau tak cukup berarti untuk mampu mengubah dunia ini menjadi lebih baik. Namun, melalui Film Pay it Forward kita akan menemukan semacam optimisme yang secara berseru: bahkan bentuk kebaikan sekecil apapun akan mampu mengubah dunia sedikit demi sedikit.

Film ini bermula dari tugas seorang guru kepada murid-muridnya untuk membuat semacam perencanaan studi sosial dan melaksanakannya dengan tujuan ada hikmat atau nilai yang bisa dipetik nantinya. Petunjuknya sederhana saja: Make an idea and action, perhaps it's can be change the world.

Diantara ide murid-murid lainnya, Ide Trevor terbilang cukup unik dan berbeda. Ia yang berpikir bahwa "life is sucks" merancang sebuah percobaan yang dapat mengubah dunia. Mekanismenya adalah, Trevor akan menolong tiga orang yang betul-betul sedang berada dalam kesulitan, lalu ia akan menyampaikan "Pay it forward", atau dengan kata lain, "jika merasa berterimakasih, silahkan teruskan kebaikan ini pada orang lain yang membutuhkan".

Meneruskan Tongkat Estafet Kebaikan Lewat Film ‘Pay It Forward’ (1)
zoom-in-whitePerbesar

Image source: http://cdn.movieweb.com

Trevor berpikir jika tiga orang tersebut melakukan kebaikan kepada beberapa orang lagi, dan begitu seterusnya, maka dunia akan diisi oleh orang-orang baik yang saling mengasihi.

Anak lelaki berusia delapan tahun itu memulainya dengan memberikan kebaikan terhadap sang ibu. Setiap hari, Trevor berusaha membuat ibunya berhenti ketergantungan alkohol dengan membuang isi dari botol-botol alkohol. Ia pun mengatur "perjodohan" antara ibu dan gurunya, sehingga ibunya tak merasa sendirian lagi. Saat ibunya berterimakasih, Travor hanya berpesan: Pay it Forward.

Merasa terharu dengan ketulusan dan perhatian anaknya, Ibu Trevor pun luluh untuk bertemu dan memaafkan kesalahan ibunya (nenek Travor) dan mulai memperbaiki hubungan mereka yang retak selama bertahun-tahun.

Meneruskan Tongkat Estafet Kebaikan Lewat Film ‘Pay It Forward’ (2)
zoom-in-whitePerbesar

Image source: http://cdn.movieweb.com

Kebaikan sang nenek pun diteruskan pada seorang pemuda yang sedang dikejar gerombolan orang. Pemuda yang merasa tertolong oleh sang nenek, meneruskam kebaikan dengan memberikan nomor antriannya untuk gadis kecil yang sakit parah. Dan ayah gadis kecil yang sakit parah itu meneruskan kebaikannya pada seorang wartawan yang mobilnya mogok, dengan memberi pinjam mobilnya tanpa keraguan sedikitpun.

Ketika sang wartawan berterima kasih, ayah si gadis kecil berpesan: Pay It Forward. Merasa terkesan dan penasaran tentang darimana mulanya istilah Pay it Forward tersebut, akhirnya si wartawan mencari informasi secara mundur dan akhirnya menemukan sosok Trevor. Terkesan dengan misi Trevor, sang wartawan pun ingin Tralevor tampil di televisi. Dalam kesempatannya tampil di televisi Trevor berpesan kepada semua orang untuk melakukan kebaikan kepada orang-orang di sekitar.

Namun sayang, orang baik selalu dipanggil oleh tuhan terlebih dulu. Begitu juga dengan Trevor. Ia tertsusuk pisau saat berusaha menyelamatkan temannya yang sering diganggu. Kematian Trevor menyisakan kesedihan bagi ibunya. Akan tetapi begitu terkejutnya sang ibu ketika mendapati bahwa tak hanya dirinya yang kehilangan Trevor. Ribuan orang fidak henti hentinya datang dan berkumpul di halaman rumah Trevor untuk meletakkan bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka cita atas meninggalnya Trevor.

Dalam film ini kita dapat menyaksikan betapa kekuatan kebaikan bisa menggerakan nurani orang-orang untuk mengasihi sesamanya. Film yang indah dan secara halus menyemangati kita untuk terus berbuat kebaikan terhadap sesama. So, jangan pernah menyepelekan kebaikan sekecil apapun ya, Movie Lovers.

embed from external kumparan