UMY Bersama Dewikerten Wujudkan Pariwisata Budaya Tangguh Bencana melalui EWS

Berita tentang UMY
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Yogyakarta — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Skema Program Pengabdian Masyarakat Desa Binaan bertajuk “Pendekatan Partisipatif dan Teknologi EWS untuk Mewujudkan Pariwisata Budaya yang Aman dan Berkelanjutan di Wirokerten.” Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian UMY, Ir. Nursetiawan, S.T., M.T., Ph.D., dengan mitra utama Desa Wisata Wirokerten (Dewikerten).
Kegiatan pengabdian menghadirkan narasumber Wahyu Heniwati, S.E., M.M., selaku Koordinator Bidang MIK MDMC PP Muhammadiyah, yang memberikan penguatan terkait kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana berbasis komunitas wisata.
Program ini difokuskan pada peningkatan kesiapsiagaan bencana di kawasan wisata budaya Wirokerten, khususnya saat pelaksanaan event besar seperti Pasar Blumbang yang menghadirkan banyak pengunjung. Tim pengabdian melakukan pemasangan alat Early Warning System (EWS) deteksi getaran gempa sebagai upaya memberikan peringatan dini apabila terjadi bencana gempa bumi.
Selain pemasangan alat EWS, kegiatan juga meliputi penentuan jalur evakuasi, titik kumpul darurat, serta penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) kebencanaan yang akan digunakan oleh pengurus Dewikerten dalam melakukan tindakan cepat dan terarah saat kondisi darurat terjadi.
Ir. Nursetiawan, ST.MT,Ph.D menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun pendampingan berkelanjutan menuju komunitas wisata yang tangguh bencana. “Melalui pendekatan partisipatif dan dukungan teknologi EWS, kami berharap Dewikerten dapat menjadi contoh wisata budaya yang aman, berkelanjutan, dan siap menghadapi risiko bencana,” ujarnya.
Melalui program ini, UMY melalui Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) bersama Dewikerten berkomitmen mewujudkan konsep wisata berbasis penanggulangan bencana sebagai bagian dari penguatan ketahanan masyarakat dan keberlanjutan sektor pariwisata lokal.
Editor: Fildasari
