UMY Dampingi UMKM Kembangkan Jamu Kunyit Asam Lewat Branding Digital

Berita tentang UMY
·waktu baca 1 menit
Tulisan dari UMY Mengabdi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mendampingi pelaku usaha jamu UMKM Zona Ndeso dalam penguatan branding digital dan inovasi kemasan untuk meningkatkan daya saing produk jamu kunyit asam. Program ini menjadi bagian dari upaya pengembangan usaha berbasis kearifan lokal.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pengabdian bertajuk "Strategi Digital Branding dan Packaging Inovatif untuk Scale Up Jamu Kunyit Asam UMKM Zona Ndes".
Ketua tim pengabdian, Dewi Puspita, mengatakan penguatan branding dan kemasan dilakukan untuk membantu UMKM meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.
"Program pengabdian ini bertujuan untuk mampu meningkatkan daya saing produknya secara berkelanjutan," ujar Dewi, Minggu (28/6/2026).
Ia menambahkan, program ini tidak hanya memberikan solusi jangka pendek berupa desain produk dan media promosi, tetapi juga memperkuat kapasitas mitra dalam mengelola usaha secara mandiri.
Menurutnya, penguatan kapasitas tersebut penting dalam konteks pemberdayaan UMKM, pelestarian jamu tradisional, sekaligus implementasi transfer pengetahuan dari perguruan tinggi ke masyarakat.
Program ini dipimpin oleh Dewi Puspita dari Program Studi Ilmu Keperawatan UMY bersama anggota tim Rahmah dan Afif Zukhrowi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang didukung Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP) UMY.
Editor: Fildasari
