Konten dari Pengguna

UAD Kenalkan AI untuk Pembelajaran Budaya Batik

NEWS UAD

NEWS UAD

Informasi terkini Universitas Ahmad Dahlan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari NEWS UAD tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tim PKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sinergikan AI dan pembelajaran tradisional membatik (Foto. Sri Winiarti)
zoom-in-whitePerbesar
Tim PKM Universitas Ahmad Dahlan (UAD) sinergikan AI dan pembelajaran tradisional membatik (Foto. Sri Winiarti)

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bertajuk “Sinergi Artificial Intelligence dan Metode Pembelajaran Tradisional dalam Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Batik Indonesia” dilaksanakan bagi Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Blunyah Gede Yogyakarta pada 1 Januari 2026 dan 18 April 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kontribusi akademisi dalam mendukung pelestarian budaya bangsa melalui pemanfaatan teknologi digital. Peserta diperkenalkan pada penggunaan Artificial Intelligence (AI) sebagai media pendukung pembelajaran budaya batik Indonesia tanpa meninggalkan nilai-nilai pembelajaran tradisional yang telah berkembang di masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pengenalan dasar AI, pemanfaatan aplikasi berbasis AI dalam pembelajaran budaya, hingga penguatan pemahaman terhadap nilai-nilai luhur yang terkandung dalam batik Indonesia. Selain itu, peserta juga dikenalkan pada pentingnya perlindungan data diri di tengah perkembangan berbagai tools AI yang banyak diakses melalui media sosial.

Tim pengabdian turut menekankan pentingnya metode pembelajaran tradisional seperti diskusi, praktik langsung, cerita budaya, dan transfer pengetahuan antargenerasi sebagai fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta. Mereka menilai perpaduan teknologi modern dan pembelajaran tradisional menjadi pendekatan yang menarik, mudah dipahami, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Ketua tim pelaksana, Sri Winiarti, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pengenalan teknologi, tetapi juga penguatan kesadaran budaya masyarakat.

“Artificial Intelligence dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam pembelajaran budaya, namun nilai-nilai kearifan lokal tetap harus dijaga melalui pendekatan manusiawi, kebersamaan, dan pembelajaran langsung di masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Blunyah Gede Yogyakarta diharapkan dapat berperan aktif sebagai agen pelestari budaya, khususnya dalam mengenalkan nilai-nilai batik kepada keluarga, komunitas, dan lingkungan sekitar.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi wujud komitmen dalam mendukung literasi teknologi, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat berbasis nilai-nilai kearifan lokal.

uad.ac.id