1.695 Rumah di OKU Terendam Banjir

Sebanyak 1.695 rumah di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumsel terendam banjir karena meluapnya air di Sungai Ogan dari guyuran hujan dengan intensitas tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana,menyebutkan ada dua kecamatan di 16 kelurahan yang ada di wilayah OKU terdampak banjir. Saat ini ribuan warga terdampak, ratusan warga mengungsi akibat banjir ini.
"Banjir terjadi di Kecamatan Baturaja Barat terdapat 10 kelurahan/desa yang terendam. Yakni Tanjung Agung sebanyak 25 rumah dan 20 warga mengungsi, Kelurahan Talang Jawa 20 rumah, Air Gading 20 rumah dan 1 tempat ibadah, Tanjung Karang 10 rumah dan 2 orang mengungsi dan Karang Agung 200 rumah dan 50 KK mengungsi,"kata dia
"1 jembatan gantung putus di Karang Agung dan lahan perkebunan dan pertanian 10 hektare" tambah dia, Kamis 8 Mei 2024.
Kemudian di Batu Kuning 250 rumah, 50 KK mengungsi dan 1 tempat ibadah. Di Laya ada 300 rumah dan 50 KK mengungsi dan 1 rumah ibadah, Karang Endah 20 rumah, Batu Putih 20 rumah, Pusar 100 rumah dan Saung Naga 50 rumah dan 15 KK mengungsi.
Di Baturaja Timur, di Sekar Jaya ada 100 rumah terdampak dan 10 warga mengungsi, Baturaja Permai 300 rumah dan 100 KK, Baturaja Lama 200 rumah dan 50 warga mengungsi, Kemala Raja 30 rumah, Sukaraja 20 rumah dan di Air Pauh 30 rumah.
"Jika hujan masih mengguyur, potensi debit sungai akan naik maka banjir susulan bisa terjadi dan kian meluas," ungkapnya.
Saat ini, personel BPBD OKU sudah berada di lokasi banjir untuk penanganan evakuasi warga terdampak. Pihaknya, juga tengah menyiapkan bantuan dari Pj Gubernur Sumsel untuk meringankan beban warga terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD OKU, Mulyadi menambahkan, hujan yang terjadi Senin 7 Mei 2024 malam membuat sebagian besar wilayah Kecamatan Baturaja Timur dan Baturaja Barat terdampak banjir.
"Sekarang sudah mulai masuk ke Kecamatan Lubuk Batang," ujarnya.
Saat ini, tim BPBD OKU dengan perahu melakukan evakuasi warga yang masih terdampak. Sebagian daerah katanya juga sudah surut.
"RS Sriwijaya berangsur surut," tambahnya.
Akibat banjir itu, katanya, jembatan gantung di Pusar terputus. Akses warga di wilayah tersebut terganggu. Saat ini pihaknya masih terus mendata jumlah warga yang terdampak akibat banjir.
