News
·
2 Juni 2021 19:21
·
waktu baca 2 menit

2 Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Konten ini diproduksi oleh Urban Id
2 Helikopter Water Bombing Dikerahkan Padamkan Kebakaran Lahan di Ogan Ilir (396306)
searchPerbesar
Kebakaran lahan di Ogan Ilir. (Foto. Istimewa)
Kebakaran lahan terjadi di Desa Talang Pangeran Ilir, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel). Sekitar 3 hektare lahan ini terbakar tak jauh dari Tol Palembang-Indralaya dan berhasil dipadamkan petugas.
ADVERTISEMENT
Kabid Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori, mengatakan kebakaran ini sudah berhasil dipadamkan petugas.
Ansori mengatakan pemadaman api dilakukan oleh satuan tugas (satgas) darat dan udara yang terdiri dari tim BPBD Ogan Ilir, Manggala Agni, Polri, TNI, dan masyarakat.
“Sebanyak lima unit kendaraan pemadaman BPBD Ogan Ilir, tiga unit pompa pemadam karhutla, helikopter, serta jet shuter dan sprayer dikerahkan. Selain itu, dikerahkan juga 2unit helikopter Water Booming ,” katanya, Rabu (2/6).
Ansori bilang, kebakaran ini merupakan yang kedua, sebelumnya dua hektare lahan juga terbakar di Desa Sribanding atau sekitar 15 kilometer dari Tol Palembang Indralaya pada 26 Mei 2021 yang lalu.
“Dari hasil penyelidikan, tiga hektare lahan yang terbakar itu merupakan lahan kosong. Jenis tanah yang terbakar itu lahan bergambut dan juga di sekitar lokasi banyak semak belukar sehingga membuat api cepat melebar," katanya.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, menyampaikan pada Juni 2021 sebagian wilayah Sumsel telah masuk musim kemarau
Kepala BMKG SMB II Palembang, Desindra Dedi Kurniawan mengatakan untuk tahun ini Sumsel kemarau kering. Sehingga, kelembaban udara berkurang. Sedangkan, tahun sebelumnya Sumsel dilanda kemarau basah dengan begitu kelembaban udara masih cukup baik.
"Dengan masuknya musim kemarau karena tidak ada hujan untuk beberapa hari kemungkinan munculnya hotspot,” katanya.
Desindra bilang, perubahan suhu mulai terasa panas seperti di Kota Palembang, manuk kategori masih wajar. Pihaknya melakukan pengamatan dan monitoring setiap tiga bulan dan dilaporkan klimatologisnya.
Kendati masuk masa kemarau, pada awal Juni ini pihaknya memprediksi peluang hujan ada di sebagian wilayah sekitar 50-150 milimeter.
ADVERTISEMENT
Adapun wilayahnya yakni, Empat Lawang, Ogan Komering Selatan (OKUS), Lahat bagian Barat Daya, Pagaralam bagian Barat, OKUS bagian Tengah dan OKU bagian Selatan, OKI bagian Timur. (aab)
"Curah hujannya mulai berkurang tapi memang ada beberapa wilayah masih ada hujan, " katanya. (aab)