Konten Media Partner

BNPB Bantu Rp 250 Juta untuk Korban Banjir di OKU

29 Mei 2024 18:19 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kepala BNPB Letjen Suharyanto didampingi Pj Bupati OKU Teddy Meilwansyah serta Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana meninjau lokasi bencana banjir di Desa Mendingin, Kecamatan Ulu Ogan, OKU. Foto : Ist
zoom-in-whitePerbesar
Kepala BNPB Letjen Suharyanto didampingi Pj Bupati OKU Teddy Meilwansyah serta Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana meninjau lokasi bencana banjir di Desa Mendingin, Kecamatan Ulu Ogan, OKU. Foto : Ist
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto menekankan empat langkah penanganan banjir dan longsor. Hal itu terkait dengan bencana banjir yang terjadi di Ogan Komering Ulu (OKU). Suharyanto juga telah meninjau lokasi terdampak banjir Didampingi Pj Bupati OKU Teddy Meilwansyah serta Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana di Desa Mendingin, Kecamatan Ulu Ogan, OKU, Selasa 28 Mei 2024. Setelah melakukan peninjauan, Kepala BNPB kemudian memimpin Rakor penanganan darurat bencana banjir dan longsor di Pendopo Rumah Dinas Bupati OKU. Hadir seluruh unsur Forkopimda Sumsel Ia menjelaskan, langkah pertama adalah pengkajian lebih dalam penyebab banjir yang terjadi di bagian hulu Sungai Ogan. Sebab lazimnya banjir karena aliran sungai seringkali terjadi di bagian hilir. Untuk itu, Kepala BNPB akan berkoordinasi dengan instansi terkait yaitu Kementerian PUPR dan Kementerian ESDM serta BMKG guna melakukan kajian terhadap hal tersebut. "Dengan adanya banjir di hulu kita sepakat buat tim gabungan, saya juga akan koordinasi untuk melihat sebetulnya ada apa di atas itu sehingga terjadi banjir. Apakah ada penyumbatan atau kerusakan lingkungan, ini yang harus kita lakukan," ujar usai memimpin Rakor. Seiring dengan langkah tersebut, pihaknya mendorong seluruh unsur Pemda untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat menyusul potensi cuaca ekstrem yang masih menyelimuti wilayah Sumsel, khususnya di OKU. "Kita juga akan coba lakukan TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) bersama BMKG kalau ternyata curah hujannya ekstrem kita lakukan TMC supaya kalau hujan pun tidak terjadi banjir dan kalau terjadi hujan masyarakat di sepanjang sungai harus mengungsi ke tempat yang lebih aman," jelasnya. Langkah berikutnya, lanjutnya, dia menyoroti pemenuhan hak dasar para korban terdampak banjir yang harus segera diberikan. Terutama para keluarga korban jiwa yang meninggal dunia dan warga yang masih mengungsi mandiri di rumah keluarganya. "Kedua, terkait orang yang terdampak. Ini ada korban jiwa, terkait hak kepada para ahli waris untuk dipenuhi dan kami mendapat laporan masih ada yang mengungsi di rumah saudaranya yang masih membutuhkan, maka logistiknya harus dipenuhi jangan sampai pascabencana mereka menderita," terangnya. Ketiga, berkaitan dengan pemulihan infrastruktur. Pemda didorong melakukan percepatan dalam pendataan rumah warga yang mengalami rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan serta fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) yang rusak. "Ini kan ada rumah yang hanyut, rusak berat, sedang, dan ringan ini ada mekanismenya apakah relokasi atau diperbaiki. Ini segera di data dan prioritaskan yang betul-betul menyentuh kehidupan masyarakat. Misalnya ada jembatan yang rusak dan harus segera diperbaiki," tambahnya. Terakhir katanya, pemerintah mulai menyiapkan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak. "Setelah kondisi mulai normal, mulai disiapkan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi karena ada akses hibah rehab dan rekon untuk membangun dan memperbaiki infrastrukur sebagai upaya pencegahan agar di waktu mendatang kejadian ini tidak terulang lagi," ungkapnya. Di lokasi itu, BNPB juga menyerahkan dukungan dana siap pakai (DSP) ke Pemkab OKU Rp 250 juta, dan dukungan logistik peralatan penanganan darurat juga diberikan untuk Kodim 0403/OKU dan Polres OKU. Pihaknya juga menyerahkan dukungan logistik dan peralatan berupa makanan siap saji, sembako, hygiene kit, family kit, selimut dan matras. Masing-masing sebanyak 300 paket/lembar. Kemudian kasur lipat 100 unit, velbed 50 unit, tenda keluarga 30 unit, tenda pengungsi 2 unit, perahu karet dan mesin 1 unit, genset 2 unit, light tower 2 unit, penjernih air portable 10 unit, pompa alkon 5 unit dan pompa apung 5 unit.
ADVERTISEMENT