Calon Pendeta Wanita yang Tewas Berusia 24 Tahun dan Akan Menikah

Seorang calon pendeta wanita bernama Melindawati Zidoni (24 tahun) yang bertugas di Sungai Baung, Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, ditemukan tewas di area kebun sawit milik PT Persada Sawit Mas (PSM), Selasa (26/3).
Kematian Melindawati meninggalkan kesedihan lantaran ia tak hanya dikenal baik, tapi ia juga akan segera menikah dengan tunangannya di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.
"Rencananya pada Juni tahun ini mereka akan melangsungkan pernikahan di Nias," Arisman, kerabat Melindawati sekaligus salah seorang vikaris (calon pendeta) di Gereja Gereja Kristen Injil Indonesia (GKII), saat dijumpai di RS Bhayangkara Palembang, Selasa (26/3).
Arisman menuturkan, Melindawati memang sedang magang di GKII Sungai Baung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), sejak Oktober tahun lalu. Itu syarat yang harus dipenuhi Melindawati untuk menjadi pendeta.
Melinda Sempat Hilang dan Dilakukan Pencarian oleh Jemaat
Melindawati sempat hilang dan dicari. Ia diketahui bersama anak didiknya, NP (9 tahun), pergi ke Pasar Jeti, sekitar pukul 16.00 WIB, Senin (25/3). Namun, Melindawati tak kunjung kelihatan meskipun malam sudah tiba. Jemaat gereja pun sempat melakukan pencarian terhadap keduanya.
Pihak jemaat bersama warga sekitar terhenyak setelah NP pulang sendirian dalam keadaan panik dan ketakutan. Menurut NP, dia dan Melindawati dihadang oleh dua orang tidak dikenal. Kemudian, mereka diikat dan dibawa ke semak-semak.
"Usai mendapatkan keterangan itu, jemaat bersama warga kembali menuju lokasi yang dimaksud untuk melakukan pencarian. Akhirnya korban ditemukan pada Selasa (25/3) sekitar pukul 05.00 WIB dengan kondisi sudah tidak bernyawa lagi, serta tidak menggunakan celana, dan bajunya terbuka," kata Arisman.
Kendaraan yang digunakan Melindawati ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian, namun ponselnya hilang.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Supriadi mengatakan, jalan yang dilewati korban tersebut memang sepi dan jauh dari permukiman warga. Akan tetapi, belum pernah terjadi tindak kriminalitas di lokasi tersebut sebelumnya.
"Kami sudah menanyakan kepada pihak perusahaan pemilik kebun sawit tersebut. Disebutkan jika belum pernah terjadi tindak kriminal di lokasi itu," katanya.
Saat ini, pihaknya masih menunggu kondisi saksi NP stabil usai mengalami trauma berat atas peristiwa yang dialaminya. "Apalagi saksi ini masih anak-anak, jadi masih rentan. Kita tunggu kondisinya pulih dan stabil dahulu," katanya. (jrs)
