Kelestarian Harimau di Konservasi Muara Merang, Sumsel, Terus Dijaga
·waktu baca 2 menit

Harimau di kawasan konservasi hutan di Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel), terus dijaga keberlangsungan dan kelestariannya. Hewan yang dilindungi itu terancam punah karena diburu oleh mereka yang bertanggung jawab.
Forest Sustainability Head PT Rimba Hutani Mas (RHM), Bambang Abimanyu, mengatakan kawasan ini luasnya mencapai 18.000 hektare terdapat 5 ekor harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae). Harimau ini tiga di antaranya sudah diberi nama oleh tim konservasi Kesatuan Hutan Muara Menang di antaranya Abimanyu, Metia dan Rolf.
"Upaya pelestarian hewan di habitatnya ini didukung PT RHM selaku mitra pemasok APP Sinar Mas sejak 2013 karena memiliki areal konsesi di kawasan Lanskap Sembilang sekitar 67 ribu hektare,” katanya.
Berdasarkan usia harimau di kawasan tersebut berkisar 2-6 tahun. Daya jelajah harimau berkisar 11 kilometer per hari dan diperkirakan pasokan pakannya tercukupi karena kawasan jelajahnya berada di lanskap kawasan hutan lindung Sembilang (di perbatasan Sumsel dan Jambi) yang terbilang masih alami.
"Kawasan konservasi ini juga masih terjaga habitat fauna dan flora asli, di antaranya buaya senyulong,” katanya.
Pihaknya pun telah memasang kamera trap yang terletak di enam titik yang diperiksa setiap 40 hari untuk memastikan keadaan kelima harimau tersebut. "Kondisi harimau hingga saat ini tetap sehat, " kata dia.
Meski ada harimau, pihaknya belum mendapatkan laporan mengenai konflik manusia antara harimau bahkan buaya karena jarak kawasan hutan lindung dengan warga cukup jauh yakni 10 kilometer.
"Tapi tim konservasi selalu rutin melakukan patroli keliling sisir jerat, dan sosialisasi kepada masyarakat, " kata Bambang.
