Kumparan Logo
Konten Media Partner

Pemprov Sumsel Jamin Pendidikan Mahasiswi UNSRI Korban Pelecehan Dosen

Urban Idverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kampus UNSRI. (foto: Ary Priyanto/Urban Id)
zoom-in-whitePerbesar
Kampus UNSRI. (foto: Ary Priyanto/Urban Id)

Pemprov Sumsel mengirimkan surat kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) RI, untuk menjamin keberlangsungan pendidikan mahasiswi UNSRI korban pelecehan dosen.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumsel, Henny Yulianti, mengatakan kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami mahasiswi UNSRI menjadi perhatian serius Gubernur Sumsel, Herman Deru.

"Sesuai instruksi gubernur, kami akan mendampingi korban hingga kasus tersebut rampung," katanya, Selasa (7/12).

kumparan post embed

Menurutnya, pendampingan yang diberikan berupa pemulihan psikologis, dan memastikan proses hukum berjalan. Selain itu, memastikan proses pendidikan korban tidak terganggu.

"Kita juga mengirimkam surat ke Mendikbudristek dan pihak rektorat sebagai jaminan untuk proses pendidikan korban, terlebih bagi mahasiswi yang saat ini sedang mengerjakan skripsi, jangan sampai terkendala," katanya.

Henny juga berharap dekanat dan juga rektorat bisa bekerjasama memberi jalan keluar agar kasus ini segera selesai dengan tidak mengintervensi dan mengintimidasi korban.

"Kami berharap kedepan kasus seperti ini bisa menjadi pintu pembuka bagi korban lainnya untuk speak up serta kampus juga mau membantu memberi ketegasan sanksi kepada pelaku," katanya.