Polisi Dalami Kasus Pembunuhan Guru PPPK di OKU: Bukan Korban Pencurian
·waktu baca 2 menit

Dugaan pembunuhan terhadap Sayidatul Fitriyah (27), guru SMP Negeri 46 Ogan Komering Ulu (OKU), kian memunculkan misteri baru setelah polisi memastikan tidak ada satu pun barang berharga korban yang hilang dari lokasi kejadian. Fakta ini membuat penyidik menilai kuat bahwa motif pelaku bukan perampokan.
Sayidatul ditemukan tak bernyawa pada Rabu (19/11/2025) sore di kamar kos yang ia sewa di rumah milik Andi Rafles. Kondisinya mengenaskan—tangan dan kaki terikat, sementara tubuhnya menunjukkan tanda-tanda kekerasan. Polisi menduga korban tewas karena hidung dan mulutnya ditutup menggunakan kain hingga saluran pernapasannya tersumbat.
Kasubsi Penmas Polres OKI, Ipda Chandra, mengatakan pihaknya telah mengamankan sejumlah barang dari lokasi kejadian. Namun yang paling menarik perhatian adalah fakta bahwa motor korban masih terparkir, laptop dan handphone ada di tempat, hingga uang pribadi pun tidak tersentuh.
“Barang-barang korban lengkap. Ini menjadi salah satu alasan kami menduga pembunuhan ini tidak terkait motif pencurian. Ada hal lain yang sedang kami dalami,” jelasnya.
Polisi saat ini telah melakukan olah TKP lanjutan, memeriksa saksi-saksi, dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kos. Jenazah korban telah dibawa ke Puskesmas Kedaton sebelum dirujuk ke RSUD Ibnu Sutowo Baturaja untuk pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik juga menunggu keputusan keluarga terkait rencana autopsi.
“Kasus ini mendapat perhatian khusus. Tim terus bekerja untuk mengungkap pelaku dan motif sebenarnya,” tegas Ipda Chandra.
Kecurigaan pertama datang dari tetangga korban, Resta (27), yang melihat motor korban tak berpindah sejak sore. Merasa janggal, ia bersama dua warga lain memutuskan memeriksa kondisi guru muda tersebut. Ketika pintu kos dibuka, mereka kaget bukan main melihat Sayidatul tergeletak tak bernyawa dengan kondisi terikat.
“Motor masih di depan. Laptop, HP, dan uang juga masih ada. Tidak ada yang hilang,” ujar Resta.
