Kumparan Logo
Konten Media Partner

Polusi Asap Masih Selimuti 3 Kabupaten di Sumsel

Urban Idverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Manggala Agni saat memadamkan kebakaran di Sungai Rotan, Muara Enim. Foto : Dok. Manggala Agni
zoom-in-whitePerbesar
Manggala Agni saat memadamkan kebakaran di Sungai Rotan, Muara Enim. Foto : Dok. Manggala Agni

Upaya memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) terus dikebut. Enam helikopter dikerahkan untuk melakukan 119 kali water bombing di tiga kabupaten berbeda pada Minggu (26/10/2025). Meski api berhasil dikendalikan, sejumlah titik masih terpantau berasap hingga Senin pagi.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan, Sudirman, mengatakan operasi udara itu difokuskan di wilayah Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, dan Ogan Ilir—tiga daerah yang sejak sepekan terakhir menjadi titik rawan karhutla.

“Enam helikopter dikerahkan, tiga di antaranya memadamkan api di wilayah PALI dan Muara Enim. Total ada 119 kali water bombing dengan 476 ribu liter air disiramkan ke lokasi kebakaran,” ujar Sudirman, Senin (27/10/2025).

Wilayah PALI, tepatnya di Kecamatan Tanah Abang, menjadi salah satu area paling luas terdampak. Tim gabungan melakukan 45 kali water bombing untuk memadamkan api di area sekitar 4,5 hektare.

Sementara di Muara Enim, titik api muncul di dua kecamatan: Gelumbang dan Lembak. Sebanyak 55 kali water bombing dilakukan, dengan estimasi luas lahan terbakar mencapai 5 hektare.

“Api di Muara Enim relatif lebih cepat membesar karena lokasi sulit dijangkau dan angin cukup kencang. Namun berkat koordinasi udara dan darat, api kini bisa dikendalikan,” kata Sudirman.

Wilayah ketiga, Ogan Ilir, juga mengalami kebakaran di kawasan Tanjung Batu dan Payaraman. Di lokasi ini, dilakukan 19 kali water bombing dengan total area terbakar sekitar 3 hektare.

Kendati sebagian besar titik api telah padam, Sudirman mengakui bahwa asap pekat masih menyelimuti sejumlah lokasi, terutama di Tanah Abang, Gelumbang, dan Payaraman.

“Hari ini kita lakukan patroli udara kembali. Bila masih ada titik api yang aktif, helikopter akan segera diterjunkan ulang,” jelasnya.

Operasi udara ini menjadi bagian dari dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang masih menyiagakan helikopter water bombing di Sumsel hingga 5 November 2025. Setelah tanggal tersebut, armada akan dievaluasi dan kemungkinan ditarik ke daerah lain.

Pihak BPBD Sumsel juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar, terutama di musim pancaroba seperti saat ini yang berpotensi memperluas titik api.

“Kami terus mengingatkan warga agar tidak lalai. Sedikit percikan api bisa berakibat fatal bila tidak segera ditangani,” tegas Sudirman.