Pria di Ogan Ilir Jadi Tersangka Usai Gebuki Pencuri Motornya hingga Tewas

Konten Media Partner
19 Februari 2023 19:50 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi ditangkap polisi. (Shutterstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ditangkap polisi. (Shutterstock)
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Seorang pria bernama Juandi (37 tahun), ditetapkan sebagai tersangka usai ikut mengeroyok orang yang hendak mencuri motornya hingga tewas di Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel.
ADVERTISEMENT
Tidak sendiri, polisi juga menetapkan 2 tersangka lain dalam kasus pengeroyokan itu. Yakni, Imam Ghozali (34 tahun) dan Ahmad Darmawan (43 tahun).
Ketiganya merupakan pelaku pengeroyokan yang menewaskan korban bernama Eko Herduansyah (34 tahun) di Desa Tanjung Tambak, Kecamatan Tanjung Batu, 31 Januari 2023, sekitar pukul 18.30 WIB.
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Andi Baso Rahman, melalui Kasat Reskrim, AKP Regan Kusuma Wardani, mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan petugas mendapati 2 alat bukti yang mengarah kepada ketiganya.
"Hasil penyelidikan timsus gabungan Polres Ogan Ilir dan Polsek Tanjung Batu menangkap ketiganya di lokasi berbeda. Salah satu tersangka ini merupakan pemilik motor yang akan dicuri korban," katanya, Minggu 19 Februari 2023.
Adapun kasus pengeroyokan itu berawal saat Juandi yang menggunakan sepeda motor Honda Beat, memarkirkan kendaraannya di depan pangkas rambut.
ADVERTISEMENT
Kemudian, korban Eko yang saat itu melintas di lokasi mengendarai sepeda motor Vixion melihat kunci kontak motor milik Juandi yang masih terpasang di motor Beat tersebut.
"Melihat kesempatan dan keadaan sepi korban ini lalu berhenti dan menyembunyikan motornya di semak belukar di belakang ruko kosong tak jauh dari pangkas rambut itu," katanya.
Eko lalu mendekati motor milik Beat milik Juandi dan langsung mencoba membawa kabur motor tersebut. Tapi aksinya, diketahui Juandi dan seorang saksi bernama Jepi.
"Juandi ini langsung berteriak meminta tolong sembari mengejar korban. Teriakan itu juga mengundang warga berdatangan ke lokasi," katanya.
Regan bilang, pelarian Eko akhirnya terhenti sekitar 100 meter setelah terjatuh dari motor dan langsung diadang oleh warga. Akan tetapi Eko lantas mengeluarkan pisau dan berupaya mengancam hingga warga tidak berani mendekat.
ADVERTISEMENT
"Eko yang masih berupaya kabur akhirnya terdesak hingga ke pinggir sungai dan saat itulah ketiga tersangka mengambil kayu serta langsung mengeroyok korban," katanya.
Setelah terdesak karena terus dipukuli, menjatuhkan diri ke rawa yang ada di lokasi berusaha kabur ke sebuah kebun karet. Hanya saja, di kebun karet itu ternyata sudah ada ratusan masa yang telah menunggu.
"Ia lalu menjadi sasaran amukan masa hingga tidak sadarkan diri hingga dinyatakan tewas di lokasi itu," katanya.
"Hasil pemeriksaan ketiga pelaku mengakui telah melakukan pengeroyokan terhadap korban sehingga membuatnya meninggal dunia," katanya.