Kumparan Logo
Konten Media Partner

Taruna Senior Diperiksa Terkait Kematian Siswa saat MOS di Sumsel

Urban Idverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sekolah SMA Taruna Indonesia di Palembang, (Dok. Urban Id)
zoom-in-whitePerbesar
Sekolah SMA Taruna Indonesia di Palembang, (Dok. Urban Id)

Jajaran Saturan Reserse Kriminal Polresta Palembang melakukan pemeriksaan terhadap belasan saksi, termasuk pihak sekolah serta taruna senior dalam kasus kematian Delwin Berli Juliandro (14 tahun) di SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia, Palembang, Sabtu (13/7).

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara mengatakan, pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi, termasuk kepala sekolah, para taruna senior, serta pihak terkait lainnya. Jumlah saksi masih dapat bertambah karena penyelidikan masih dikembangkan.

"Jumlah saksi yang bakal kita periksa masih belum bisa diprediksi. Sudah ada 7-8 orang yang sudah kita periksa, dari pihak terkait dan pihak sekolah. Kita analisa lagi sesuai prosedur gelar perkara, evaluasi dan sinkronisasi," katanya, Minggu (14/7).

Yon bilang, penyidik telah menggali informasi terkait kronologis meninggalnya korban saat di asrama sekolah. Menurutnya, korban sempat mengalami kejang-kejang sebelum dilarikan ke rumah sakit dan meninggal.

"Belum bisa dipastikan apakah kejang-kejang itu bawaan atau ada hal lain. Forensik juga masih melakukan otopsi, pemeriksaan luar dan pemeriksaan dalam. Nanti bisa diketahui penyebab kematian korban setelah hasil tes keluar," katanya.

Diberitakan, seorang siswa baru SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia, Palembang, Delwin Berli Juliandro (14 tahun) wafat usai mengikuti kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) di SMA Taruna Palembang. Korban sempat tak sadarkan diri saat masih mengikuti kegiatan MOS dan dilarikan ke rumah sakit. (jrs)

kumparan post embed